Senin, 14 Februari 2011

mengenal perpisahan

selamat pagi perpisahan..
entah mengapa semakin hari rasanya kamu semakin dekat..
padahal aku selalu mencoba untuk tidak memikirkanmu, sampai saatmu nanti benar-benar datang..
di sini, di hadapanku..


hari ini, seperti hari-hari biasanya aku ingin menikmati setiap hal yang aku lalui. Aku menyibukkan pikiranku dengan pekerjaan seadanya, dengan masalah teman-temanku, dengan masalah keluargaku, masalah dalam persahabatanku, dan dengan apapun agar aku tidak memikirkan satu kata itu..


aku tidak ingin terlihat menderita dengan kenyataan yang mungkin akan segera ada di depan mata. Kenyataan bahwa kita, cepat atau lambat akan dipisahkan oleh penempatan..
:(


Sayang, mungkin kamu tidak pernah melihat aku setenang ini menyambut perpisahan kita. Kamu tahu betul betapa paniknya aku setiap kali kita akan berpisah. sekali pun hanya 3 hari seperti saat kau pergi untuk outboundmu ke Bandung waktu itu. Kamu juga sangat paham betapa aku tidak bisa tanpa kamu, bahkan kita selalu menyiapkan waktu untuk bertemu, walau sebentar..


... dan kali ini, penempatan akan memisahkan kita untuk waktu yang entah berapa lama.
Hhh.. aku tidak tau harus bagaimana mengekspresikan perasaanku ini, Sayang. Membayangkan untuk tidak dapat melihatmu dalam waktu yang lama sangat menyesakkan dadaku. Betapa kebas hati ini hingga untuk menangis pun aku tak sanggup. Aku memilih untuk menyiapkan hati, mencari cara yang lebih elegan daripada menangis meraung-raung untuk menghadapinya. walaupun sebenarnya sungguh aku merasa iri dengan teman-teman kita yang sudah pasti berada di satu tempat yang sama dengan pasangannya, yang tidak perlu bersusah payah berurusan dengan birokrasi hanya untuk sekedar dapat bersama.
ah akhirnya kata-kata kecewa ini terlontar juga..
Maaf sahabatku..
Maaf atas rasa iriku melihat rumputmu yang lebih hijau..
Maaf jika selama ini aku enggan membagi kegalauanku pada kalian..
karena aku tidak tau apakah dengan membagi justru kesedihan ini akan berkurang atau  justru bertambah parah..
aku hanya ingin diam pada kalian..
aku sungguh, tidak ingin membahas ini, tidak ingin merepotkan kalian dengan masalahku yang sungguh aku sendiri tidak tau harus berbuat apa..


dan Sayang, 
mungkin kamu perlu tahu, bahwa tak sedikitpun hati ini ragu saat memilihmu. aku sudah yakin untuk menunggumu di sini. dua tahun lagi. Aku siap ketika nantinya aku harus bersabar dan terus bersabar karena mungkin keberadaanmu di sini akan digantikan oleh handphoneku, dengan sejuta kenangan tentangmu, dengan setiap bisikan suaramu di sana yang pasti akan sangat membantuku merasakan bahwa kamu tidak pernah benar-benar jauh . bahkan ketika pada akhirnya aku harus merawat anak-anak kita sendiri saat kamu berada di luar sana, mencari nafkah untuk keluarga kita.. aku siap.. InsyaAllah aku siap..
aku akan menunggumu, Sayang.. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan, menunggumu dengan setia..


ah..
dan untukmu, perpisahan..
tolong jangan hantui aku saat ini.. biarkan aku menikmati sisa hariku bersamanya..
tidak untuk membahasmu, apalagi memikirkanmu.
tolong..
akan ada saatnya nanti aku akan menangis setiap malam, mungkin satu malam, dua, tujuh, tiga puluh atau berapapun waktu yang kau minta untukku habiskan dalam kesedihan..
biarkanlah saat ini mataku selalu menatapnya lekat, dan memeluknya erat..
tanpa ada bayanganmu..
tanpa ada bayangan perpisahan..

Reaksi:

7 komentar:

  1. menetes air mata inu membacanya..
    maap kalau inu uda membuat ayank sedih..
    percayalah, inu akan kembali utk ayank..
    inu janji..

    BalasHapus
  2. :)
    makasih ay..
    maap yah klo kemaren gk bisa nahan bwt nggak nangis..
    maap di nggak sekuat itu..
    di nunggu ayank disini
    :)

    BalasHapus
  3. hey, don't be sad, darl. it won't be as hard as u think before. semoga nda jauh2 ya penempatanynya. amiin. :)

    BalasHapus
  4. amiiin..
    makasii dear..
    siapkan kupingmu, mungkin pas hari itu tiba, aku akan sering meminjamnya
    :)

    BalasHapus
  5. dee... baru sempet komen ni..
    bahkan bukan cuma wisnu yang meneteskan air mata, aku pun begitu...
    kamu menyampaikan apa yang tidak dapat ku sampaikan... :')

    jika saatnya tiba nanti, mari saling menguatkan dee...
    jangan bosen ya sama cerita dan keluh kesahku...
    mungkin kita bisa saling mengisi... hehehe :D

    BalasHapus
  6. perpisahan.suatu yang menyedihkan untuk di awal,tapi kita jangan pernah berpikir untuk jadi lebih buruk, selalu ada yang lebih baik dari apa yang tidak bisa kita rasa. .

    BalasHapus
  7. @diaz: iyah dias, mungkin gk akan seberat yang kita bayangkan asal kita saling menguatkan..
    :)

    @jhoe5: I hope so, semoga teori ini bisa mudah untk dipraktekkan..
    hmm..

    BalasHapus