Senin, 07 Februari 2011

sebuah tamparan

Minggu, 6 Februari 2011..
sebuah hari yang cukup mengguncang pemikiranku..
hari itu, seorang sahabat telah melalui sebuah upacara yang sakral..
sangat sakral..
ia dengan sangat sadar mengucapkan sebuah kesaksian yang paling luar biasa..
sebuah tiket perdana untuk masuk surga..
ya, sebuah kalimat syahadat..

detik-detik itu berlalu dengan begitu khidmat..
demikian pula dengan hati ini..
sedikit demi sedikit, ada sesuatu yang gugur dan luluh lantak di sini..
sebuah tamparan yang begitu keras menghantam jiwaku..
tamparan dari fitrah yang lama tertidur dalam diriku..

rasanya selama ini aku terlalu lama bermimpi,
berada pada satu alam yang gelap..
sangat gelap dan semakin menjauh dari cahaya terang..
dan dengan sangat nistanya, aku menikmati kegelapanku..

ya Rabb..
betapa selama ini hamba-Mu yang hina ini terpejam..
bahkan hamba belum juga menyadari, betapa luar biasanya rahmat-Mu, nikmat islam yang telah Engkau berikan secara cuma-cuma kepada hamba..
hamba, yang dengan begitu beruntungnya dilahirkan dari keluarga yang memang memeluk agama-Mu..
sehingga hamba tidak perlu bersusah payah mencari pedoman, mengikuti fitrah dan menentang siapa pun yang mungkin menjadi penghalang terbukanya hati ini untuk menerima cahaya-Mu..
tapi justru dengan semua itu, hamba menjadi buta..
ya, buta..
hamba terlalu nista hingga hamba bahkan hanya mengucapkan kalimat kesaksian itu tak lebih dari sebuah ritual setiap sholat dan sebagai pengetahuan atas sebuah syarat, syarat untuk berada dalam jalan-Mu.
that's it!
hanya itu!
Astaghfirullah..
astaghfirullah..
astaghfirullah..
dan kemarin siang, tamparan itu terasa begitu sakral..
sesakral momen yang terjadi saat itu..
betapa indah dan luar biasa dalamnya sebuah kalimat Syahadat..
makna sebuah kalimat awal, pembuka pintu surga..
dan hamba hanya bisa tergugu..
hamba sama sekali tak lebih baik dari dia..
hamba bukan siapa-siapa..
hamba telah melangkah terlampau jauh terlempar dari jalan-Mu..

Ya Rabb..
segala puji bagi Engkau, yang entah untuk keberapa-ribu-kalinya menyadarkan hamba..
mengingatkan hamba untuk kembali ke jalan-Mu..
Ya Allah.. Ya Kariim..
hamba terlalu hina, hamba sangat malu pada diri hamba..
terlebih kepada Engkau..
ampuni hamba Ya Allah..
ampuni hamba..
semoga kali ini hamba bisa benar-benar kembali ke jalan-Mu..
ingatkan selalu ya Allah..
tegur hamba..
hukum hamba..
ampuni hamba..
Allah..
Allah..
Allah.

Astaghfirullah..
Astaghfirullah..
Astaghfirullah..

Reaksi:

2 komentar:

  1. si itu neng yg kemaren lo bilang mau masuk islam?
    alhamdulillaaaahh.. :)

    BalasHapus
  2. iye book..
    coba lo disana, nangis bombay lah kita..
    :)

    BalasHapus