Senin, 15 Agustus 2011

nasionalis, kamu?

"tujuh belas agustus besok libur kan?? kemana yuk kita, belanja? jalan? buka bersama? mumpung liburan niih... "
"uhm... boleh lah, tapi jangan dari pagi ya, aku upacara..."
"What?? kamu ditunjuk jadi pesertanya? wakakakak... kasiiaaan... oke oke, ntar kita atur lagi.."

JLEEEB

Nasionalis..
Kata satu ini terlalu tinggi jika ingin saya gunakan untuk menggambarkan bagaimana isi dalam otak saya. Saya bukan pahlawati (pahlawan cewek.red), saya bukan penegak HAM, saya bukan orang yang berjuang matimatian demi negeri ini secara langsung, ah saya hanya bagian dari pecundang yang hanya berani teriak di belakang tentang kebobrokan negeri but still do nothing-pencitraan .. saya hanya orang yang sebenarnya entah darimana mungkin terlalu berlebihan dalam menghayati sesuatu... (ya yaa kamu bisa menyebutnya LEBAY, it's so me.. gue banget) 
okey, balik ke kata nasionalis itu tadi.. uhm.. apa  yah..
dari jaman dulu kenal dengan upacara bendera, TK superkecil (ehem waktu itu saya belum cukup umur masuk TK kecil, baru 3 tahun, tapi daripada ngotor2in rumah dengan tulisan2 jelek di dinding, akhirnya ortu saya memasukkan saya ke sana :p), saya-dengan segala kelebayan saya ini selalu bersemangaat untuk datang, walaupun hanya sebagai peserta - kadang penonton.. menikmati teriknya matahari pagi menggelitik kulit ini, melihat satu persatu orang berbaris rapi hingga akhirnya bertumbangan (kadang saya menjadi salah satu diantaranya :p) karena hampir pingsan atau hanya sekedar lelah berdiri, ehem dan yang paling saya sukai adalah setiap SANG MERAH PUTIH perlahan naik dengan (tentu saja) iringan lagu "INDONESIA RAYA"... Hey, pernah nggak sih kalian merasa apa yang saya rasa?  atau hanya saya saja yang berlebihan memaknainya? #tsaah.. Lagu Kebangsaan Negara Kita ini daleem banget lho maknanya.. camkan setiap katanya, setiap baitnya.. resapi apa maknanya, rasakan beratnya beban yang sebenarnya ada di pundak kita.. pemilik sah dari negeri ini (perhatikan kata -KU) 

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya

Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

ah merinding rasanya.... x_x

Negeriku, yang dulu dengan susah payah, dengan pengorbanan ribuan atau bahkan jutaan rakyatnya (hmm.. belum sempet sensus :p) demi meneriakkan kata "MERDEKA!", demi sang MERAH PUTIH bisa berkibar di tiang tertinggi Negeri ini (backsound: bendera-nya cokelat), demi kita anak cucu para pejuang Negeri ini agar bisa menghirup ini loooh segarnya udara pagi tanpa aroma mayaat, tanpa sliweran tentara kompeni yang siap menghabisi, bebaaas, merdeka menikmati dan menjaga negeriku, tumpah darahku.

Daaan....
ironis nggak sih, ketika kini, kita yang tinggal menikmati (ya setidaknya nggak perlu lari-larian bawa bambu runcing atau sekedar ngumpet di balik pohon jati untuk sembunyi) hanya meluangkan waktu sejenak, sedikit membuang energi, sedikit ngitemin kulit untuk ikut memperingati kemerdekaan negeri ini NGGAK MAU, malah tertawa, menganggap ini hanya rutinitas masa lampau, jaman SD, jaman masih sekolah..

JLEEB

Jika saya adalah anda, saya pasti malu.

oiya, kawan.. FYI saya ikut upacara bukan karena "dipilih, atau terpilih"
saya memang mengajukan diri..
:)


add:
banyak pendapat bahwa negeri ini belum merdeka, dengan sejuta teori tentang penjajahan intelektual, terjajah secara ekonomi, dan lain sebagainya..
apapun itu, perjuangan pahlawan kita dengan hasil berupa "PROKLAMASI" perlu saya-kita apresiasi..
heey saya-kalian-kita yang bilang masih terjajah, apa yang akan kita usahakan untuk negeri ini agar merdeka (lagi) ?


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar