Kamis, 01 September 2011

Cita-citakuu


haree genee masih ngomongin cita-cita? kalau pertanyaan ini ditanyain 17-7 tahun yang lalu pasti dengan mantap saya masih bisa menjawab "GURU SD"... uhmm.. sebenernya waktu masih TK jawabannya "jadi pengantin"-disaat anak kecil lain pengen jadi dokter-polisi-pilot. :p









okeey, kenapa guru SD? karena guru SD adalah pahlawan, (terlepas dari konsep pahlawan tanpa tanda jasa-nya himne guru yah). mereka yang memberi saya minuman bermerk "ilmu" saat saya begitu "kehausan: untuk tau dan tau tentang sesuatu. well, jaman SD, jamam SMP, masa-masa gemilang dalam perkembangan otak saya, sampai akhirnya saya mengenal SMA *Saat Menopousnya otak Ane* *asli maksa*





SMA-Kuliah-Kerja.. Ish.. otak ini lho nggak mau benar-benar dipakai. (atau saya yang memang kurang mampu menggunakan otak ini sesuai peruntukannya?) perhatian saya mulai tidak fokus, menyabang kemana-mana. nggak kemana-mana sih, ujung-ujungnya juga ke kelabilan hati.





masalah klasik seperti: cinta, persahabatan, permusuhan, konflik batin, blablabla yang yakin seasik apapun nggak ada yang mendukung perkembangan otak menjadi lebih baik dalam berfikir-berlogika. yang ada malah pendudulan otak kalau kata saya mah.. istilah kerennya "degradasi otak".





#tsaah ngeri amir bahasanya









eh sek,





hubungannya sama cita-cita?!









oiya, jadi yah, sehubungan dengan peristiwa pendudulan otak tadi, saya jadi semakin gamang dalam menjalani hidup.. #tsaah





iya looh, saya jadi kaya' kehilangan pijakan, nggak tau apa yang saya mau.. otak malah sering buat menghayal, berandai-andai, berspekulasi dengan hal-hal yang nggak penting, menyusun omong kosong yang tak satupun terealisasi. dan begitu sesekali kembali berpijak ke bumi, See?? saya masih disini, kertas "cita-cita" saya masih kosong, sama sekali belum terisi.





and guess what, ketika saya kembali ditanya tentang "apa cita-citamu?"









*geleng-geleng*





#kemudianhening













come on dee, kamu dah gede...





harusnya kamu dah mulai membangun desain masa depanmu, dan segera mewujudkannya..





seharusnya...?





iyaah seharusnya...





siapa yang mengharuskan?





nggak ada.





so??









*salah satu percakapan abstrak di otak*





Ya Rabb, berikan hamba-Mu petunjuk untuk kembali ke jalanmu...





:'(




Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar