Kamis, 30 November 2017

kami memanggilnya Siswa

namanya "Siswa"
anak baru di tempat kami.
lazimnya anak baik-baik-saja yang masih newbie, 
siswa bekerja dengan baik sesuai perintah
sangat jarang membantah..
ia begitu sopan, belum berani terlalu banyak melawan. 
ah, itulah mengapa ia sering menjadi "korban" becandaan..
bukaan, bukan karena kami menganggapnya pandir,
semata-mata agar komunikasi menjadi cair,, 
karena disini kami adalah keluarga.. 
setidaknya begitulah kami-saya, memaknainya..

namanya "Siswa", baru saja genap 24 tahun usianya.
hari ini, setelah beberapa minggu lalu ia bertanya pada saya,
mohon arahan katanya :3
kami akan ditraktir mie ayam sejuta rasa..
"Bedo" bukan "Beda" namanya..
Mie ayam terbaik versi Bapak kami yg duduk di pojok sana..
Oiya, tentang Bapak itu, nanti akan ada sendiri ceritanya,,
kali ini cukup saja tentang "Siswa"


Siswa, belum banyak aku tahu tentangnya,
menarik, sedikit demi sedikit mungkin aku akan berhasil "membaca"nya,
hanya soal waktu, mungkin nanti dia akan bicara..
hmm.. mari, sembari kita pikirkan bagaimana cara mendekatinya..
haha..


Yang pasti, siswa hanya mau di Jakarta,
inilah yang sering menjadi objek ketika kami becanda..
maaf siswa, 
serius hanya becanda..


Reaksi:
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar