Kamis, 26 Desember 2019

Tantangan Kepegawaian #1: lack of knowledge di tempat yang baru

assalamu'alaikum wr.wb.

Kali ini saya akan mulai membahas masalah-masalah yang dihadapi oleh pegawai di kantor. yang pertama tentang Lack of knowledge alias (ngerasa) kurang ilmu. Lack of knowledge yang dimaksud disini adalah kondisi ketika pegawai merasa nggak ngerti apa-apa dan nggak tau harus mulai dari mana ketika pegawai tersebut berada di tempat kerja yang baru. hal ini bisa terjadi baik pada pegawai yang baru banget ketrima kerja atau mutasi ke tempat yang bener-bener baru dan beda dari pekerjaan yang pernah ditangani.
Hal ini sebenernya wajar ya terjadi. Dalam kondisi yang ideal, tentunya tidak berlebihan ketika kita berharap atasan langsung si pegawai dengan clear memberikan bimbingan kepada si pegawai baru tentang apa sih ruang lingkup kerjaan disitu, siapa ngerjain kerjaan apa, dan pada siapa dia bisa bertanya jika mau belajar. Serta jobdesk apa yang akan dia kerjakan. ini IDEAL banget, alias si pegawai bener-bener dibimbing dengan baik.
Naah, trus gimana kalau kita sebagai pegawai baru nggak dapet atasan yang ideal seperti itu? Misal atasan kita cuman nyambut kita sekali, habis itu kita dilepas gitu aja, cuma dilibatkan sekali-sekali dalam kegiatan. dan akhirnya kita berakhir plonga plongo? hmm.. Coba deh tips sebagai berikut:
1. Luruskan niat bahwa tempat ini adalah tempat kerja terbaik kita.
bahasa simpelnya sih nerima nasib. wkwkwk... terdengar klise ya, tapi emang ini penting banget. suka nggak suka harus kita jalani kan berada di tempat kerja yang baru itu. jadi daripada menjalaninya dengan berat hati, mending ya jalani dengan suka hati.. dan tentu saja, jangan sampai kita kerja sia-sia. disini jangan sampai menjadi orang yang nggak tau apa-apa, nggak bisa berkontribusi. biar berkah kerjanyaaa..
2. mulai dari mana? pelajari ruang lingkup kerjaan
kita harus paham ruang lingkup kerjaan di unit kita apa aja. nggak lucu kan kalau tetiba ada yang nanya tentang kerjaan trus kita sama sekali nggak tau? cara taunya darimana? sebenernya paling enak nanya ke senior ya. tapiii kalau nggak dapet senior yang enak, paling pas ya kita kupas sendiri dari dokumen yang ada: misal tugas dan fungsi, uraian jabatan, standar prosedur operasi. coba dipahami. kalau nggak ngerti ya tanya, semogaaa ada senior yang mau berbaik hati menjelaskan ya..

3. lakukan observasi
 Setelah tau apa aja yang dikerjakan disana, dan prosedurnya seperti apa, mulailah buat observasi bagaimana kerjaan itu diimplementasikan. nggak ada salahnya bikin checklist kalau ada yang nggak sesuai dengan standar prosedur operasi karena hal ini mengindikasikan ada miss antara standar dan implementasinya.. lagi lagi jangan ragu buat nanya dan diskusi. mana tau bisa jadi perbaikan.

4. kontribusi
Udah capek capek belajar tapi nggak juga dikasih kerjaan? berusahalah aktif! nggak ada salahnya kan kalau kita berusaha membantu rekan kerja, karena justru belajar yang paling efektif adalah dengan mengerjakannya. alias learning by doing.

5. Evaluasi 
Jangan lupa untuk melakukan evaluasi atas pencapaian diri, apa-apa yang bisa kita perbaiki. ini adalah hal wajib dalam segala aspek kehidupan kita.

Naah, darisini, seharusnya nggak ada lagi keluhan pegawai yang bingung mau ngerjain apa, nggak ngerti apa-apa setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun berada di suatu tempat kerja.
yang ada hanya kita mau atau tidak berusaha belajar dan mencari tahu sendiri. karena sebenarnya, kantor bukan tempat sekolah dasar dimana selalu ada guru yang akan membimbing kita. pada dasarnya, kantor membutuhkan orang yang READY TO USE, kalau kita nggak berusaha meningkatkan kualitas diri, yaaa siap-siap aja jadi pegawai yang gitu-gitu doank di kantor. yang ada nggak adanya kita nggak ada bedanya.. 


Wassalamu'alaykum Wr. Wb.
Reaksi:
This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar