Selasa, 03 Desember 2019

semakin dewasa, semakin merasa sepi?

Semakin dewasa, semakin merasa sepi.
bener nggak sih?
berawal dari saat kita masih kecil dulu, masalah hidup kita tidak seberapa, ada orang tua yang selalu membackup..
kemudian beranjak remaja-lah kita, ada sahabat tempat hahahihi dan curhat,
menangis sambil cerita bukan masalah, apapun bisa kita sharing tanpa merasa terhakimi..

kemudian, setelah berkeluarga, kita menjauh masing-masing dari sahabat-sahabat kita, dengan segala kompleksitas masalah dalam hidup kita..
di saat ujian dan beban hidup makin komplek, di saat itu pula kita tak lagi bisa dengan gampang curhat ke orang tua - karena itu bisa jadi membebani pikiran mereka. pun tak lagi ada sahabat yang bakal setia setiap saat mendengarkan setiap kita curhat. karena? mereka juga punya masalah hidup masing-masing, yang - karena sudah merasa dewasa- tidak "pas" untuk mereka sharing.

dewasa..
adalah sebuah titik dimana kita sebagai manusia dianggap sudah mampu hidup sendiri. bahkan, tak jarang kita harus ikut mengampu masalah-masalah besar orang-orang di sekitar kita.
pasangan hidup tetap saja adalah orang asing, tak selalu pasangan hidup menjadi orang yang bisa dengan legowo mendengarkan segala keluh kesah kita tanpa menghakimi.
"I know.. it's OK.. cheers up! don't give up! aah.. I feel u.. so, what do you want? what can I do for u?"

menjadi dewasa itu really doesn't easy.
kita bukan wonder woman.. ada kalanya kita butuh sekedar bersandar, atau tersungkur menangis melepas sejenak segala beban..
merasa lelah itu wajar, bukan?

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar