Sabtu, 26 September 2020

Hijab Pakaian Wanita Taqwa

 by Ummi Roza

Hijab adalah tentang dimensi hubungan manusia dengan dirinya sendiri

Hijab dikenakan oleh wanita sebagai bentuk ketaqwaan kepada ALLAH SWT.

adab bertamu:
1. mengucapkan salam

2. meminta izin jika akan datang di 3 waktu: sebelum sholat subuh, menanggalkan pakaian di siang hari, setelah isya.

aurat wanita -> seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan

yang dikenakan wanita dalam kehidupan umum:

  1. khimar -> menutup kepala, terjulur menutupi dada
  2. jilbab -> tidak menerawang/tipis, longgar, panjang sampai mata kaki, tutup kaki dengan kaos kaki/sepatu full

Public Speaking Class

 public speaking:

  • - ada temanya/topiknya
  • - waktunya ditentukan
  • - ada persiapannya
  • - menggunakan kalimat2
  • - menggunakan bahasa tubuh
  • - ada yang mendengarkan
Tantangan:

  • nervous
  • gemetar
  • dll -> kuncinya LATIHAN 
how TO:

  • latihan berulang di depan cermin
  •  cari pengalaman/ambil kesempatan
  • olahraga untuk mengalihkan energi
  • mindset bahwa demam panggung itu wajar
  • yakin atas materi yang disampaikan -> harus belajar
  • jangan pasang target yang terlalu tinggi/membebani diri -> melakukan kesalahan itu wajar
  • persiapkan mental dan materi 

tips sukses: 

  • datang before time, jadi bisa persiapan lebih - ngecek persiapan, lokasi, dst.
  • kenali audience: siapa, apa kesukaannya, bagaimana cara berfikir mereka
  • time management: opening 10% (senyum, perhatikan audience, tanyajawab), isi 80% (data, fakta, contoh, kisah/pengalaman, jokes), closing 10% (jangan kepanjangan, jangan ngulang. to the point dan selesai)
  • First Impression: eye contact, body language, create some fun
  • presentasi: perhatikan gambar, layout, text
  • komunikasi nonverbal: ekspresi wajah, eye contact (menyapu seluruh ruangan), melihat eye to eye, sentuhan
  • handling Q&A: rilex, senyuman, ulangi pertanyaan yang diajukan, ajukan balik/floorkan
  • dress to impress: fit, rapi, serasi
  • great closing: simpulkan beberapa key penting, ciptakan ide yang menggetarkan, akhiri dengan humor
Q&A:
  1. sudah persiapan tapi blank: ice breaking, berusaha fokus, panggung milik kita
  2. dalam zoom: anggep aja masih interaktif, pancing dengan pertanyaan, go on!
  3. menjawab QnA: dari pengalaman, browsing jika bisa, 

Kamis, 10 September 2020

Manajemen EMOSI

  1. orang bertaqwa ituu nggak gampang baper. karena bisa menahan amarah.
  2. orang kuat itu bukan yang mampu mengalahkan lawannya, tapi orang yang mampu menahan amarahnya
  3. orang yang adil itu klo marah tidak merusak diri sendiri, sedangkan kalau senang tidak membuat lupa diri
  4. saat marah: 

  • taawudz (berlindung dari setan)

  • DIAM  -> mikir, emang harus marah? 

  •  mengambil posisi lebih rendah
  • berwudhu/mandi 

 


Jumat, 04 September 2020

Kepribadian Islam

 by Ummi Roza

Konsep kepribadian (syakhsiyah)

tiap orang memiliki akal dan nafsu, tapi belum tentu memiliki aqliyah dan nafsiyah.

aqliyah: menggunakan akalnya dikaitkan dengan pandangan hidup tertentu

misal: lihat wanita -> wanita (akal). wanita tidak menutup aurat -> kita berpendapat bahwa itu boleh/tidak berdasarkan pandangan tertentu (islam/bukan) (aqliyah)

nafsiyah: jika akan memenuhi nafsunya dipimpin/diikat dengan pandangan hidup tertentu

misal: menyukai seseorang (nafsu), menahan diri krna bukan muhrim/mengikuti nafsu karena suka sama suka (nafsiyah)

Kepribadian Islam:

1. akhirat sebagai tujuan

2. tidak melulu fokus dunia sehingga melalaikan akhirat, silaturahmi, ibadah

3. amanah terhadap janji

4. senantiasa meningkatkan ketaatan kita terhadap syariat islam


Apakah mungkin seseorang berkepribadian islam seutuhnya sehingga tampak seperti malaikat?

kita harus berusaha agar pemikiran dan perilaku kita sesuai dengan islam

Manajemen Konflik Rumah Tangga

 kemarin, saya belajar bahwa dalam rumah tangga itu jangan berprasangka.. ubah asumsi menjadi konfirmasi

Setiap pernikahan pasti ada konflik.

Rumah tangga terdiri dari 2 circle:

1. Circle inti: sebagai tokoh utama -> suami istri dan anak. ini harus kokoh. selaras dulu visi misinya, dan libatkan Allah SWT.

2. Circle sekunder: mertua, orang tua, saudara dll

Pasangan rawan konflik:

1. ada PR rumah tangga sejak awal

2. tidak transparan secara finansial

3. tidak paham kewajiban suami istri

4. komunikasi macet, posesif, tidak terbuka

5. hilang romansa

Sebelum konflik:

1. sepakati di awal jika ada konflik akan seperti apa

2 perbaiki niat

3. lancarkan komunikasi

saat konflik:

1. rem emosi

2. lakukan roadmap/kesepakatan awal/cari penengah

3. no Blaming! introspeksi, fokus pada solusi

4. jangan ribut di depan anak-anak

after konflik:

1. saling minta maaf

2. jangan diungkit

3. fokus pada kebaikan pasangan

4. positif thinking

5. jangan bicarakan aib pasangan ke orang lain

jika berkonflik..

1. islah : berbaikan, berjanji tidak mengulangi, saling memaafkan.

2. cerai: move on

tips:

1. jangan ngorek luka lama, inget 3 kebaikan pasangan kalau ingin komplain ttg 1 hal

konfliks berasal dari eksternal:

1. kuatkan circle inti

2. kenali sifat anggota keluarga (circle sekunder) sehingga bisa mengambil sikap untuk kebaikan rumah tangga kita jika berkonflik

Senin, 10 Agustus 2020

Taubat dan Hijrah

Taubat Nasuha: Taubat yang semurni-murninya. dilakukan dengan jujur dan sungguh-sungguh. tutup buku dengan apa yang sudah dilakukan masa lalu. dan mengisinya dengan hal-hal yang baik

Syarat:

1. Lakukan taubat saat ini juga

2. Menyesali

3. Tidak melakukannya lagi.

Dosa manusia ada 2:

1. terhadap hak manusia: meninggalkan, menyesali, tidak melakukannya lagi, minta maaf/tunaikan hak.

2. terhadap hak Allah SWT: meninggalkan, menyesali, tidak melakukan lagi, membayar qadla/kafarat

Hijrah: meninggalkan yang pertama menuju ke yang kedua -> pindah dari kufur ke islam -> taubat meninggalkan dosa-dosa

 

Manajemen Komunikasi Suami Istri

materinya nampar..

hehe..

masyaaAllah ya...

masalah komunikasi dalam rumah tangga disebabkan karena....

"dear Ladies, berhentilah menggunakan bahasa KARET GELANG"

Sebagai seorang istri, sering sekali kita masih menggunakan bahasa "karet gelang" alias tarik ulur. Padahal benar kata ummu Balqis, bahasa karet gelang ini tidak bisa dipahami sama suami kita. bahasa karet gelang ini tanda kalau kita belum dewasa.

tanpa sadar, kebiasaan kita menggunakan bahasa karet gelang ini membuat kita sering berprasangka kepada suami, overthinking ketika suami menyampaikan hal-hal tertentu. dikira kode.. haha..

jadi? BELAJARLAH duhai istri, untuk BERKATA TO THE POINT, jangan kode, jangan muter-muter.

"wanita butuh berbicara banyaak, pria bicara seperlunya"

 jadi? JANGAN OVERTHINKING ketika suami merespon kita seadanya, bicara sedikit saja..

sambil, inisiasi agar suami mau terbuka ngobrol dengan kita.

"saat ada masalah hidup, wanita suka curhat, pria cenderung diam - berfikir"

pria ketika ada masalah, biasanya diam, bahkan enggan untuk bercerita kepada istrinya. jadi? diamkan saja dulu (beri beliau waktu untuk memikirkan masalahnya). Kita bantu menciptakan suasana yang NYAMAN. Jika perlu, beliau akan bicara kok.

kunci komunikasi:

1. Respek: dari ekspresi kita, gerak tubuh kita, bahasa kita. karena pride suami itu tinggi

2. Empati: tidak lebay jika suami melakukan kesalahan karena ketidaktahuannya

3. Audible: frekuensi suara, tidak teriak-teriakan, mendekat, hilangkan suara yang mengganggu, gunakan nada yang enak, fokus.

4. Clarity: keterbukaan/transparasi

5. Humble: tidak merasa lebih tau

Penghambat Komunikasi:

1. Menyalahkan pasangan

2. Antipati thd kritik: masukan pasangan dianggap nyinyiran lalu kita tersinggung

3. Semua yang dilakukan pasangan SALAH

4. Tidak mencari akar masalah

5. Jangkauan Pendek: move on! 

maka tanamkan bahwa:

1. suami adalah bagian dari diri kita

2. berpedoman pada hukum syariah

3. perlakukan suami dengan paling baik

4.  tidak kaku dalam berkomunikasi

5. mendudukkan pasangan sebagai manusia biasa

 


Minggu, 09 Agustus 2020

Ihsanul Amal dan Hukum Syara'

 "tidaklah seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu ibadah yang lebih Aku cintai dari apa yang telah aku wajibkan kepadanya, dan senantiasa seorang hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya (HR. Al Bukhari) 


 

disini saya diingatkan tentang ikhtiar kita untuk meraih cinta Allah, yaitu dengan melakukan hal-hal yang diwajibkan Allah dan menambah dengan amalan-amalan sunnah.

ingat, bahwa mata, telinga, tangan, kaki kita akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Sehingga kita harus lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan di dunia.

Yang akan dilihat, yang LEBIH BAIK amalnya, bukan yang LEBIH BANYAK amalnya.

 Amal yang baik itu...

1. Ikhlas -> liat lillahi ta'ala

2. Sesuai dengan hukum syariat islam -> kita harus belajar, jangan katanya katanya katanya

hukum benda: MUBAH selama belum ada dalil yang mengharapkan.

hukum asal perbuatan manusia: hukum syara' (halal, haram, mubah, makruh)

sehingga jika belum ada hukumnya, harus mencari ijtihad. bukan katanya-katanya. 

 



Sabtu, 08 Agustus 2020

Menjadi Jodoh Impian

Jodoh adalah bagian dari ketetapan Allah SWT.

Namun, kita bisa berikhtiar untuk menjemput jodoh.

menjemput jodoh itu seperti memancing, maka kita harus menyiapkan kail dan umpannya:

1. tepat tempat nyarinya -> pria sholeh, jangan cari ditempat yang buruk

2. gunakan kail dan umpan yang tepat -> cara menarik pria sholeh bukan dengan mengumbar diri kita, tapi dengan memantaskan memperbaiki diri kita.

kita harus menjadi berlian asli, bukan menjadi perhiasan palsu. berlian asli hanya akan mampu dilihat oleh orang yang tau kualitas berlian asli. jika kita abal-abal, maka orang abal-abal juga yang akan menjemput kita.

Sambil menunggu jodoh, banyak ilmu yang bisa kita pelajari. jadi, jangan sia-siakan hidup dengan hal yang tidak bermanfaat.

Penting bagi kita berdamai dengan masa lalu, selesai dengan diri sendiri, sebelum memulai pernikahan. sehingga alangkah baiknya kita bermuhasabah diri, agar kelak ketika berumah tangga, kita tidak menyimpan sampah masa lalu dan dapat berumah tangga dengan ringan.

Siapkan fisik untuk berumah tangga: Merawat diri! bukan berarti tabaruj, tapi wujud tanggung jawab kita atas amanah badan yang diberikan Allah. rajin olah raga.

Aktif dalam kegiatan kemasyarakatan juga bermanfaat sebagai bekal kita menghadapi karakter orang yang berbeda-beda.

Tawakal, Rizki, dan Ajal

Kali ini, kami belajar dan diingatkan kembali tentang tawakal, rizki, dan ajal.

Tawakal berarti pasrah/menyerahkan diri dan segala urusan kepada Allah SWT.

Tawakal itu:

1. Bersandar hanya kepada Allah SWT

2. Mewakilkan segala urusan hanya kepada Allah SWT

3. Menerima segala keputusan yang berasal dari Allah SWT

"ikatlah untamu, dan bertawakallah kepada Allah.."

       Ada 2 pendapat yang jika tidak dipahami dengan baik, bisa memberikan pemahaman yang kurang tepat:

1. ikhtiar, lalu tawakal (berserah), seolah-olah hasil akhirnya hanya ditentukan oleh apa yang kita usahakan.

2. tawakal/berserah saja kepada Allah -> membuat orang malas berusaha, karena apa yang terjadi tinggal dipasrahkan saja kepada Allah.

seharusnya, tawakal itu dilakukan SEBELUM ikhtiar, SAAT ikhtiar, dan SETELAH ikhtiar.

maka:

1. menyelaraskan visi misi hidup kita dengan apa yang diinginkan Allah

2. menyesuaikan hidup kita dengan syariat islam

3. menjadikan tawakal kepada Allah SWT sebagai penyangga hidup kita.


RIZKI itu pasti datang dari Allah SWT

 pola pikir yang perlu diperhatikan agar tidak salah makna:

1. Rizki nggak akan tertukar dan pasti datang, jadi nggak usah ngoyo -> mendemotivasi

2. Rizki itu harus diusahakan sesuai dengan kerja keras kita, banyak usaha, banyak hasilnya. -> mendewakan ikhtiar manusia semata

dari sudut pandang wilayah:
1. dikuasai Allah (berasal dari Allah) -> tidak akan dihisab

2. dikuasai manusia (tergantung ikhtiar/pilihan manusia) -> akan dihisab

Maka, ketika melakukan ikhtiar menjemput rizki:

1. dikuasai Allah: yakin bahwa rizki datangnya dari Allah SWT, yakin Allah SWT akan membantu kita, memunculkan semangat dalam meraih rizki

2. dikuasai manusia: senantiasa terikat dengan dengan syariat Allah SWT, terikat dengan sunatullah dalam mencari rizki.


Ajal itu datangnya dari Allah SWT

dilihat dari 2 wilayah
1. dikuasai Allah: berasal dari Allah, tidak akan dihisab

2. dikuasai manusia: tergantung usaha manusia, akan dihisab

 sehingga kita sebagai manusia tetap harus berikhtiar melindungi diri kita, menjaga kehidupan kita agar memiliki amal ibadah yang baik sebelum ajal menjemput kita.

 

 

Hidayah dan Dholalah

Disini saya mendapatkan jawaban atas pertanyaan logika umum yang kerap muncul, yaitu -> Allah memberikan hidayah kepada hamba yang Dikehendaki, dan menyesatkan yang Dikehendaki. Hal ini membuat manusia umumnya berfikir bahwa kita sudah ditakdirkan untuk berada pada kebaikan atau keburukan, tanpa ada kontribusi manusia.

Jika kita mentadzaburi Al Qur'an, sesungguhnya segala hal yang kita lakukan, baik baik maupun buruk, akan kembali ke kita (Q.S. Fushshilat:46), Allah menyesatkan orang yang dikehendaki, dan memberi petunjuk kepada orang yang bertaubat kepada-Nya (QS Ar Ra'du). masyaaAllah ya, sebetulnya ketika muncul pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita ragu dan kawatir tersesatkan, kita hanya cukup mencari jawaban dari Al Quran sambil memohon kepada Allah SWT agar diberikan hidayah untuk mendapatkan jawaban atas keraguan..

Bagaimana peran manusia dalam meraih hidayah dan dhalalah?

Adalah hal klise, ketika kita mencari kambing hitam atas apa yang terjadi pada kita. padahal sebetulnya kebaikan atau kesesatan yang terjadi pada kita bisa bersumber pada:

1. manusia sendiri yang berikhtiar untuk menjemput hidayah atau mengikuti kesesatan

2. manusia mengambil peran dalam menyesatkan dirinya maupun orang lain

3. syetan juga bersemangat menyesatkan manusia

Hidayah Khalqiyah -> datangnya hidayah dari Allah secara tidak langsung, karena manusia telah dilengkapi dengan kemampuan untuk berfikir: menjemput kebaikan atau keburukan (QS Al Balad: 10, QS Asy syams: 7-8)

Hanya dengan pemikirannya saja, definisi BAIK dan BURUK menjadi sangat relatif tergantung kondisinya. Sehingga, manusia membutuhkan petunjuk tambahan -> Rasulullah yang membawa Petunjuk dari Allah.

Hidayah Taufiq -> manusia dibebaskan oleh Allah untuk memilih jalan petunjuk atau jalan kesesatan. Jika kita memilih jalan petunjuk, Allah SWT akan memberikan taufiqnya, mempertemukan kita dengan kebaikan-kebaikan. Tapi, jika memilih jalan kesesatan, Allah tidak akan memberikan taufiqnya.

jika kita memiliki salah satu dari 8 sifat yang bertentangan dengan hidayah Allah SWT, maka Allah memalingkan hatinya dari dari kebenaran, tidak memberikan petunjuk, mengunci hatinya dari kebenaran, menutupi hatinya dari kebenaran. kecuali jika kita bertaubat, mencari hidayah Allah SWT. 

MasyaaAllah ya materi ini

:")

Rabu, 05 Agustus 2020

Be The Best Version of You (materi Bengkel Diri)

Materi be the best version of you ini fasilitatornya keren banget, mba Merlinda Nurimannisa. kelahiran tahun 1993 tapi udah punya segudang prestasi.. masyaaAllah..

disini seperti biasa saya akan merangkum inti materi yang menurut saya penting banget untuk saya note ya..
sebetulnya kelas udah jalan dari 15 Juli 2020, tapi karena padatnya kerjaan, saya baru bisa kembali buka materi malem ini. semoga bisa mengejar ketinggalan. Semangat!


  • setiap kita adalah Ibu peradaban. kitalah yang berperan dalam kemajuan islam di masa kini dan masa mendatang, sehingga kita harus menjadi versi terbaik dari kita.
  • 5 hal yang menjadi indikator THE BEST VERSION OF ME: iman dan spiritual, amal sholeh (karya dan karir), relasi dan keluarga, ilmu, finansial, dan fisik -> mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah.
  • apakah harus terbaik dalam semua hal tersebut? fokus untuk menjadi versi terbaik pada waktu-waktu tertentu (tidak sekaligus) sesuai dengan prioritasnya. Namun, iman, spiritual, relasi dan keluarga harus menjadi utama.
  • tentukan MINIMAL the best version of me dan hubungkan dengan manfaat akhirat.
  • How To: 
    1. Bebaskan rantai gajahmu (pikiran negatif - limited beliefs, ketakutan: diganti dengan pikiran positif dan optimis) -> identifikasi lalu ganti
    2. Percaya Diri: 1) mensyukuri. 2) menjadi lebih baik tiap hari 3) mengenali diri sendiri 4) tawakal tidak membandingkan diri dengan orang lain jika berujung pada meracuni diri sendiri. setiap orang diciptakan dengan kelebihan masing2. Allah tidak akan meminta pertanggungjawaban pada kita atas apa yang didapatkan orang lain. tapi atas apa yang Allah berikan pada kita.
    3. Perjelas tujuan/mimpi kita: kuncinya YAKIN mimpi kita akan tercapai! lihat lagi life plan yang sudah disusun ya: 1) luruskan niat karena Allah 2) buat tujuan dgn prinsip AACTION
    4. berdoa!
woaah..

materi ini mengaduk-aduk perasaan..
alhamdulillah membuat saya kembali bersemangat mengafirmasi diri..

Kamis, 16 Juli 2020

Materi Kelima Bengkel Diri: Bijak dan Semangat Menyikapi Qadla dan Qadar

Fasilitator Ummi Roza


  • Takdir, Qadla, dan Qadar adalah ketetapan Allah.
  • Qadla adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan Allah SWT, dan diluar jangkauan manusia untuk merubahnya. misal: jenis kelamin, segala sesuatu yang tampaknya dari manusia padahal dari Allah (rizki, kecelakaan, kesehatan)
  • Qadar: adalah takaran/ukuran yang Allah berikan kepada seluruh ciptaanNya. contoh: akal pada manusia untuk berfikir, suka terhadap lawan jenis, api bersifat panas, dll. adalah tanggung jawab manusia untuk menggunakan qadar sesuai pada fungsinya untuk meraih ridha Allah.
  • rasa lapar, tertarik pada lawan jenis, mata bisa melihat, adalah Qadar dan tidak akan dihisab karena sifatnya. Namun, bagaimana kita memanfaatkannya, bagaimana kita memenuhi kebutuhannya akan dihisab oleh Allah SWT. apakah kita memakan sesuatu yg haram, mata digunakan untuk melihat yg tidak seharusnya, kaki yang berjalan ke tempat maksiat, akan dihisab.
  • 6 langkah untuk memetik kebaikan dari takdir kita: 1) biasakan berfikir sebelum bertindak, apakah qadla atau pilihan? 2) introspeksi diri, walaupun itu qadla, ada gk peran kita sehingga bisa terjadi? 3) let it go. 4) akui peran kita jika kita salah 5) perbaiki 6) maafkan. 


Senin, 13 Juli 2020

Resume materi 1 Kelas Siap Mendidik: Pengenalan Home Schooling

Bismillah..
selain mengambil kelas bengkel diri, alhamdulillah saya juga berkesempatan ikut Kelas Siap Mendidik nya Bengkel Diri. kelas ini terbatas banget, begitu dibuka pukul 10.00 WIB, pukul 12-an udah full.. alhamdulillah ada temen di kantor yang ngasih tau tentang kelas ini. Terima kasih Citaaa ^^

Nah, sama halnya dengan materi di kelas Bengkel Diri, salah satu bentuk komitmen saya bahwa materi yang ada benar-benar saya pelajari, dan insyaaAllah saya praktikan, ya dengan meresume. kira-kira poin yang jleb atau saya highlight saya tulis ya.

di pertemuan pertama ini, kami belajar materi tentang Pengenalan Homeschooling, dari Teh Karina Hakman.


  1. Bentuk homeschooling dipengaruhi oleh (a) Kebutuhan pokok (aqidah, ibadah, akhlak, kebutuhan jazadiyah - sesuai dgn kebutuhan tubuh, tsaqofah - adab) (b) keinginan/kebutuhan lain (harapan orang tua - sebagai Kepala Sekolah - diturunkan dalam bentuk pengajaran, harapan anak - minat&bakat, kondisi ekonomi keluarga, komitmen waktu, support system.
  2. Kurikulum keluarga: pelajari tahap perkembangan anak dari berbagai sumber, mengenali anak dalam berbagai tahapan, mempelajari gaya belajar anak, mengenali waktu belajar efektif anak, jadwal, sumber dan penyusunan materi,
  3. Metode Homeschooling: talaqqi, ngobrol/diskusi, bermain, story telling/baca buku, pemaparan/penjelasan, studi kasus, percobaan, rihlah/jalan2, praktek keseharian, keteladanan.
  4. pengajar, bahan, dan jadwal yang menyesuaikan dengan biaya yang dimiliki,
  5. sosialisasi mencakup tujuannya, objek sosialisasi, dan adab sosialisasi,
  6. legalisasi ijazah

testimoni:
untuk sesi "pengenalan", materinya dan contoh-contohnya sangat padaaat.. sejujurnya saya jadi puyeng sendiri.. heuheu.. tapi teh karin ini emang keren banget sih ya, anak-anaknya masih kecil tapi udah menguasai banyak hal..

baiklah kita ikuti materi selanjutnya yaa..

Jumat, 10 Juli 2020

materi ke-4 bengkel diri: Upgrade your Time Management Skill

by ummu balqis.


  1. Time is money: prinsip ini harus disikapi dengan bijak oleh muslimah, karena sebagai seorang muslimah, kita harus memandang waktu tidak semata-mata dari sisi uang yang bisa dihasilkan dengan mengalokasikan waktu, tetapi dengan hal lain yang lebih luas.
  2. Waktu adalah pedang: jika kita tidak menggunakannya, ia yang akan menegaskan kita. jika kita tidak disibukkan dengan kebaikan, maka akan disibukkan dengan hal yang sia-sia.
  3. urgensi waktu: Allah bersumpah dengan waktu : demi fajar, demi malam yang sepuluh.. -> sumpah dengan sesuatu yang penting. hal ini bermakna waktu adalah hal yang penting.
  4. waktu adalah modal: kita mendapatkan "modal" yang sama. ibarat diberikan modal, ada orang yang untung sedikit, ada yang untung banyak, ada yang justru rugi. tergantung bagaimana kita mengelolanya. sehingga tentukan dari sekarang, apakah kita bersungguh-sungguh ingin belajar dan memperbaiki diri, atau tidak.
  5. 3 prinsip dasar pengaturan waktu: (1) lakukan hanya yg bermanfaat bagi hidup kita di dunia dan akhirat, yaitu hal-hal yang diridhoi Allah SWT. (2) catat hal penting yang akan dilakukan. dan lakukan sekarang juga. jangan ditunda! dengan tidak menunda, kita akan lebih well prepare dan hasilnya lebih sempurna karena kita punya waktu yang lebih banyak untuk mereviu. (3) menjadikan prinsip 1 dan 2 menjadi life style (habbit).
  6. agar good habbit menjadi lifestyle, maka kita harus memaksa diri kita agar tercipta ritme baru.
  7. catat things to do hari ini. bisa terdiri amanah diri, amanah rumah, amanah anak, dan pendelegasian yang tetap harus kita cek. gunakan berbagai aplikasi yang ada untuk membantu memudahkan mengecekan.
  8. tidak ada orang hebat yang benar-benar menjadi one man show. mengerjakan semua hal  sendiri. jadi tidak apa-apa jika beberapa hal kita delegasikan, sepanjang kita memiliki amanah lain yang lebih penting dan harus kita lakukan sendiri. namun tetap harus kita cek. misal: laundry, gofood, team work untuk mengelola onlineshop, sehingga kita bisa fokus ke mengembangkan proyek. Masukkan delegasi dan team work dalam time management kita.
  9. pendelegasian vs personal touch. terutama untuk urusan domestik, jangan seluruhnya didelegasikan karena bisa menyebabkan ada atau tidak ada kita menjadi tidak ada artinya untuk keluarga kita. sehingga kita perlu memahami manajemen pendelegasian: 1) jangan semua hal kita delegasian, misal: cuci setrika sama mbak, tapi yang menyusun di lemari, kita. sehingga ketika anggota keluarga membutuhkan, kita. termasuk memasak adalah tugas kita. sehingga anggota keluarga suka masakan kita. rumah kita hangat.

Kamis, 09 Juli 2020

Materi Ketiga Bengkel Diri: AQIDAH MODAL KOKOH KEHIDUPAN

Fasilitator : Ummi Roza

pada kelas ini, kami diajari tentang Aqidah Modal Kokoh Kehidupan


  1. Aqidah adalah modal dasar hidup manusia.
  2. Manusia adalah makhluk terbaik, pemimpin, disertai akal sebagai belenggu nafsu.
  3. Hakikat kehidupan: perasaan hampa muncul karena tidak memahami hakikat kehidupan. jika sudah memahami hakikat kehidupan akan lebih mantap, terarah, kaya makna.
  4. Salah satu potensi kehidupan yang diberikan kepada manusia adalah akal. 3 pertanyaan mendasar manusia: dari mana berasal, untuk apa hidup, akan kemana setelah kematian? > jawabannya ada dalam al quran.
  5. Manusia berasal dari Allah (ciptaan Allah), hidup untuk beribadah kepada Allah, dan akan ke kembali ke Allah (akhirat).
  6. Neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali.
  7. Keimanan itu yakin pada Allah dan dapat kita buktikan dengan apa yang kita lihat. keimanan harus memiliki landasan (dalil aqli dan dalil naqli) sehingga tidak ada keraguan dalam memilih islam.
  8. 3 jenis manusia: muslim taat (surga), muslim maksiat (neraka - surga), kafir (kekal di neraka).
  9. 3 keadaan manusia di akhirat: bahagia, menyesal, menyesal dan ingin dikembalikan menjadi tanah
  10. terdapat 2 pilihan gaya hidup: cara sekuler vs cara islam. sebagai muslim kita sudah seharusnya mengikuti cara hidup yang sesuai kaidah islam.



Minggu, 05 Juli 2020

leave something for the sake of Allah..

The Hadist says that when you leave something for the sake of Allah then Allah will reward you with something better
Have I ever mentioned that I'm on the last step of a scholarship's selection before? well, I've planned to tell you about it completely if I got the final result. But, since the scholarship selection has been postponed due to coronavirus, I can't write the complete experience right now. hopefully, the interview will be held soon, wish me luck! 

COVID-19 affects everything, changes many things. Because of COVID-19, we have to change our life planning: housing, children's education, and so on. 

two years ago, we moved to an apartment because we wanted our children to get an education at Madrasah Istiqlal. but since COVID-19, and we did School from Home, living in an apartment made them can't explore and play around. you know a kid needs to run, climb, jump, etc. This condition makes us have to think about the possibility of moving to the house. the real house. and the fact that now I get Work From Home, which means that I can be at home more frequently than before, it makes the moving-to-the-house-thing being more necessary.

So, my husband and I agreed to sell our house there, and buy a new house in another place that was not flooded. Since we bought that house by mortgage and being struggled to pay it off before the due date, so we can be free from riba, we want to sell that house on a lower price and don't accept conventional mortgage, cash payment is preferred. 

We've made house selling advertisements on OLX and maybe just because we put the price too low, many people got interested in the house although We made information about the flooded thing and also the water condition.

After several people came and went, We got a serious buyer that wanted to buy my house. But since she didn't have enough money, she planned to get some loan from the bank. Known her loan, that also meant that it would be another riba thing, We were being doubtful. We knew that We were not being the loan witness, but We knew where the money came from. My husband, after asked his friend, said that as long as we didn't be the witness that signed in the contract document, it inshaAllah would be oke.

long story short, without any downpayment, we are waiting for her money disbursement. a week after the agreement, We listened to an online study about antiriba by Yu San. on that occasion, we asked the ustadz about what if we sold the house to the person who got the money from riba. and the ustadz said that we should not do that. the other participant also told us if he sold the car with a higher price after decided not to sell the car to another person that would pay with riba.

This is the answer to our doubts.

I contacted her and canceled the agreement after explained the reason and apologized. I know it will be tough for her. if there's a penalty fee, I will help her. I think this is the best decision for us. I avoid her from the riba, also I get the peace in my heart.

as the hadist says "when you leave something for the sake of Allah then Allah will reward you with something better".

I believe that. there is absolutely no doubt.

and..
what about housing?
I have followed Allah's orders, I believe Allah will arrange it for me. No doubt.

materi kedua bengkel diri: Life Mapping Strategy

bismillah.. mengikat ilmu bengkel diri materi kedua: life mapping strategy.
materi ini saya simak pagi hari sambil nemenin ayah ngebengkelin si Sapi, resumenya ditulis dibuku, nah sekarang mindahin kesini deh.. heuheu..
ini poin yang saya highlight ya
  1. potensi diri adalah sesuatu yang belum muncul, karunia Allah SWT yang dapat bermanfaat bagi umat jika kita asah dengan tujuan kebaikan umat
  2. setiap kita adalah juara sejak lahir, makhluk terbaik (QS 95:4, QS 17:70), jadi mental juara ini harus kita pupuk agar kita dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki
  3. potensi akan lebih mudah muncul jika kita membutuhkannya. cara untuk memunculkan kebutuhan adalah dengan mendefine tujuan hidup kita.
  4. tujuan hidup kita ada 2 jenis: Tujuan Umum (sesuai dengan tujuan penciptaan kita, yaitu untuk beribadah kepada Allah) dan Tujuan Khusus (tujuan yang kita define sendiri, dan harus mengacu pada tujuan umum)
  5. "mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai daripada mukmin yang lemah", hal ini berarti kita harus bersungguh-sungguh berikhtiar agar menjadi mukmin yang sukses, baik di dunia maupun di akhirat
  6. life mapping berisi tujuan hidup kita, siapa kita, apa peran kita, bagaimana cara mencapai tujuan;
  7. manfaat life mapping: modal dasar melangkah, guidance, analisis kegagalan dan evaluasi, memaksimalkan potensi sesuai dengan prioritas;
  8. how to: tentukan tujuan kita berdasarkan waktu dan jenis, tentukan prioritas kita (bold), tentukan skill/potensi apa yang diperlukan, bagaimana cara mencapainya -> lalu evaluasi berkala
  9. life mapping juga bisa dibuat untuk target tertentu agar lebih rinci cara pencapaiannya
  10. dalam QS ar Ra'd :11, "Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika kaum itu tidak mengubahnya." artinya kita harus berikhtiar dan merencanakan perubahan kita.
  11. life mapping membuat tujuan hidup kita jelas dan balance antara tujuan dunia maupun akhirat.
  12. what's next? perbaiki ibadah kita, perbaiki relasi dengan orang tua, bersahabat dengan orang shaleh dan sukses, giat update ilmu dunia akhirat, sedekah!


alhamdulillah.. next bikin life mapping.. sebenernya saya udah bikin proposal hidup sih, tapi digambarkan dalam life mapping mungkin bakal lebih jelas ya.

Jumat, 03 Juli 2020

let's start English writing!

since I learned about "adab menuntut ilmu" in Bengkel Diri, and then I had a random discussion with my Junior at the office about what will we learn then? finally, I try to learn about English writing.
yups.. "the only way to start something is by START it NOW!". I know I have to learn English writing and speaking and etc but till now, what I always do is doing some TOEFL exercise.. haha.. never try to write, yet speak..
huft..
so, by now, although I know I will make a lot of mistakes in writing, but it's OK.. let's just start it, and learning by doing, right?
please for everyone who finds some mistakes in my post, don't hesitate to correct me. I would like it if you do so..

ah.. don't be afraid, I still will write many posts in Bahasa..
English version only will be posted once or twice in a week.
bismillah!


Materi Pertama Bengkel Diri: Adab Menuntut Ilmu


1. Menuntut ilmu itu wajib
2. Karakteristik/potensi manusia: 
  • memiliki akal yang akan membuat manusia beradab;
  • memiliki kebutuhan jasmani yang harus dipenuhi -> jika tidak dipenuhi akan mati;
  • memiliki kebutuhan naluri (muncul dari stimulus luar): eksistensi diri, memiliki keturunan, dan berketuhanan -> jika tidak dipenuhi akan gelisah.
dalam pemenuhannya butuh ilmu karena kita berbeda dengan makhluk lain. kita harus berfikir dulu sebelum bertindak.

3. kebutuhan naluri dan jasmani akan mendorong manusia melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan. bagaimana cara kita memenuhinya? -> sesuai dengan petunjuk/panduan yang telah diberikan Allah SWT, yaitu Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah
 4. aktivitas manusia harusnya sesuai dengan tujuan penciptaan manusia yaitu beribadah kepada Allah SWT -> urgensi menuntut ilmu untuk memahami apa yang Allah SWT perintahkan.
5. dimensi ibadah 1: hubungan dengan Allah SWT, dengan diri sendiri, dan dengan sesama manusia butuh ilmu
6. keutamaan orang berilmu: berbeda derajatnya di hadapan Allah, semakin membuat kita taat kepada Allah dan tidak meremehkan orang lain.
7. dorongan mencari ilmu -> saat ta'lim, malaikat ikut menghadiri ta'lim. berkomunitas dengan orang-orang yang senang mencari ilmu dan saling mengingatkan untuk belajar agar sama-sama mendapat pahala dari menuntut ilmu
8. setelah semangat mencari ilmu, tantangan selanjutnya adalah menjaga semangat untuk mengkaji ilmu sampai tuntas. saling mengingatkan yaa
9. proses berfikir: mengaitkan apa yang indra kita terima dengan apa yang kita ketahui dalam pikiran kita
10. islam tidak membatasi kita untuk mempelajari yang bersifat teknis, ilmu, dan teknologi
11. kita harus mengkaji ilmu agama islam untuk menumbuhkan iman kita kepada Allah. selanjutnya kita harus mengamalkannya. selanjutnya kita belajar sains yang kita minati dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.
12. Adab menuntut ilmu: 1. luruskan niat. 2. berdoa kepada Allah agar diberikan ilmu yang bermanfaat 3. bersungguh-sungguh dalam belajar dan kosongkan gelas, selalu haus ilmu. 4. menjauhkan diri dari maksiat. 5. jangan sombong. 6. mendengarkan baik2, 7. diam ketika pelajaran diberikan 8. ikat ilmu dengan mencatat. 9. berusaha mengamalkan

Minggu, 28 Juni 2020

gowes lagi!

setelah sekian lama sepeda kami teronggok manja di kamar, alhamdulillah hari ini kami berhasil mengalahkan rasa malas itu.. GOWES! yaaaay!

muter-muter sekitaran apartemen aja, paling selama 30 menit, tapi lumayan lah untuk permulaan..

semoga kedepan bisa istiqomah ya, karena ini masuk salah satu #resolusi30

semoga di usia kami yang udah sama-sama 30 tahun ini bisa makin rajin olah ragaaaa dan jaga kesehatan..


Kegiatan Homeschooling 1: membuat dino park

dokumentasi kegiatan homeschooling sekalian tulis disini aja ya..
jadi, walaupun belum bener-bener launcing aktivitas homeschoolingnya, tapi hari ini lumayan sih, jalan satu proyek yang cukup membuat anak-anak happy, yaitu membuat dino park.
ceritanya, kakak lagi seneng-senengnya sama dinosaurus. saking senengnya sampe entah udah berapa banyak mini dinosaurus dia punya.. nah, selama ini kakak mainin dinosaurusnya di kamar dan bener-bener menuhin pojok bermain sampe berantakan.. mana nggak boleh dirapihin lagi.. huhuhu..
akhirnya kami sepakat buat biki dino park bareng-bareng.. idenya sih, alasnya dari kardus, lalu kita buat gunung dari kertas bekas.. bermodalkan video dari youtube, kami bareng-bareng bikin gunung, pohon, rumput dan segala atributnya..

ini proses dan hasilnya:


 jadi disini mereka belajar mewarnai, mendesain dino park dan bangunan kotanya, membuat pohon dengan menggunting kertas, berdiskusi, bermain lem, dan mengecat gunungnya..
alhamdulillah.. happy!

makin semangat nih bikin kegiatan buat anak-anak.. semoga lancaar ^^

Sabtu, 27 Juni 2020

School from Home atau Homeschooling?

selama 3 bulan terakhir, kita para orang tua dihadapkan pada tantangan baru: School from Home (Learning from Home, Belajar dari Rumah, Pendidikan Jarak Jauh, dan istilah lainnya), intinya memindahkan kegiatan belajar mengajar yang tadinya di sekolah jadi di rumah.
bagaimana saya menjalaninya?
jadi 2 anak saya, Gentza (5 tahun - TK A) dan Yaya (3 tahun - Paud A) kemarin mengikuti SFH. Melalui whatsapp grup, guru sekolah mengirimkan voice note muraja'ah plus daftar tugas sekolah harian dalam bentuk file bergambar (dan tulisan). selanjutnya secara aktif guru akan menagih memonitor kegiatan anak-anak melalui setoran foto yang disampaikan oleh orang tua. Oiya, pas bertepatan dengan ramadhan kemarin, tugas dari sekolah ditambah dengan link video youtube yang berisi kultum.. tidak lupa ada kegiatan zoom kelas di hari sabtu.

apakah anak-anak bisa tertib mengikuti kegiatan? tentu tidaaak.. karena anak-anak sedang memiliki kegiatan favorit masing-masing..

dengerin muraja'ah dari voice note anteng? tentu tidaak.. yang ada ketika HP bunda berbunyi mengalunkan mura'jaah, anak-anak akan berebut HP untuk melihat file lain - seperti foto-foto kegiatan teman-teman yang dikirim melalui whatsapp grup.

liat video ceramah dengan khusyuk? tentu tidaak.. karena saat youtube menayangkan ceramah, anak-anak lebih tertarik melihat tontonan lain yang bersliweran di youtube.

alih alih membuat anak saya makin pintar dengan panduan yang ada, justru membuat saya merasa terintimidasi karenaaaa
1. seiring dengan jadwal mereka SFH, kerjaan dari kantor saya makin banyak dan seringnya urgent. Tak lupa zoom meeting yang bisa sewaktu-waktu dilakukan yang otomatis membuat saya nggak bisa nyambi mereka;
2. demi melihat mamak ada di rumah tapi nggak bisa main karena megang laptop, anak-anak auto caper, makin semangat merajuk dan bertikai..
3. di grup kelas anak-anak, guru dengan semangat meminta update kegiatan anak-anak hari ini apa.. yang tentunyaa direspon dengan update dari beberapa ortu lain yang alhamdulillah anak-anaknya bisa mengikuti kegiatan dengan baik.. sedangkan anak-anak saya mulai defense ketika mamak mau fotoin kegiatan mereka.. mereka nggak nyaman dengan dokumentasi setiap hari..

stres nggak mbak?
hmm.. sebenernya belum sampai pada tahap stres ya.. tapi jujur saya tidak menikmati proses ini. di akhir hari, saya menyesal karena saya merasa "tidak becus" mengajari anak-anak. masak membujuk anak-anak melakukan tugas sekolah yang segitu aja nggak bisa mbaak? kira-kira seperti itu..
apakah keesokan harinya anak-anak bisa saya bujuk kembali? well... seringnya enggak..
ditambah ketika di akhir pekan diajak zoom meeting, anak-anak saya lebih sering ngumpet dan menolak menyapa gurunya..
komplit.

akhirnya, saya memutuskan untuk menghentikan rasa penyesalan ini agar tidak berlarut-larut. ya gimana ya.. terus menjalani hal yang membuat saya dan anak-anak nggak nyaman, plus manfaat untuk anak-anak juga hampir nggak ada, rasanya kok sia-sia aja, alias membuang-buang waktu..

dari sini saya mulai melihat-lihat tentang homeschooling. Awalnya karena ingin mencari alternatif konsep bagaimana kegiatan belajar di rumah yang menyenangkan dan memang sudah dilakukan oleh cukup banyak orang (dan terbukti berhasil).. yah saya pikir, jika saya benar-benar ingin agar anak-anak bisa benar-benar nyaman belajar di rumah, saya harus memperbaiki metode belajar anak-anak agar kegiatan bermain sambil belajarnya dapat berjalan menyenangkan, dan tentunya tidak membuat saya stres.

mampirlah saya di youtube "rumah inspirasi". awalnya sembari kerja saya mendengarkan podcast mereka di youtube, yang pada akhirnya benar-benar merubah mindset saya dan memberikan saya pencerahan. beberapa poin kunci yang membuat saya sadar bahwa selama ini saya telah keliru yaitu:
1. saya memaksakan diri untuk membawa SEKOLAH ke rumah, bukan fokus pada bagaimana mendidik anak;
2. saya melupakan prinsip utama yang sebelumnya selalu saya pegang: bahwa dunia anak adalah bermain, dan dari bermain itulah mereka banyak belajar.
3. hal paling utama yang harus saya lakukan pertama kali adalah saya harus menetapkan tujuan apa yang ingin saya capai dalam mendidik anak-anak saya, kemudian merencanakan kegiatan bermain apa yang akan dilakukan bersama mereka.. tentunya dengan muatan pendidikan yang saya sisipkan, agar tujuan pendidikan saya tercapai.
4. anak-anak saya masih usia prasekolah. belum wajib sekolah, lantas seharusnya saya lebih banyak mengajak mereka bermain dengan senang, ketimbang merasa terbebani dengan "tugas sekolah".

kembali saya melihat budget yang telah saya susun.. daripada saya membayar SPP yang cukup lumayan, rasanya akan lebih bijak jika saya mengalihkan uang SPP untuk membeli alat penunjang permainan di rumah. toh saat ini saya bukannya merasakan manfaat sekolah, justru sistem SFH sekolah membuat saya merasa terbebani (terlepas ini masalah mindset saya yang merasa terbebani ya, karena beda ortu beda persepsi). daripada berlarut-larut pada "sibuk bikin dokumentasi tugas sekolah", yang ketika tidak berhasil dapat membuat saya merasa bersalah di malam hari; saya memutuskan untuk memulai Homeschooling a la a la.. ya mumpung saya di rumah, saya akan menyusun kurikulum belajar sendiri (dengan berbagai referensi tentunya).
jadilah saya memutuskan untuk belajar lebih banyak tentang homeschooling dan insyaaAllah juli nanti sudah siap launching di rumah..
semoga lancaar..
aamiin..

trus sekolah anak-anak gimana?
rencananya sih 3 bulan awal ini mereka cuti dulu. alhamdulillah untuk kakak sudah di acc, sedangkan untuk yaya belum ada kejelasan dari sekolah.
nah, dalam 3 bulan ini saya akan melakukan evaluasi atas rencana belajar yang saya susun dan terapkan vs bagaimana perkembangan sistem pendidikan di sekolah anak-anak. soalnya balik lagi, selama pandemi ini toh pada akhirnya anak-anak tetep akan saya hold untuk selalu berada di rumah.
kalau udah lewat 3 bulan gimana?
kita lihat dari hasil evaluasi ya, apakah anak-anak akan lanjut belajar dengan saya (artinya mereka berhenti sekolah) atau anak-anak akan kembali mengikuti kurikulum sekolah (tapi tetep belajar dengan saya di rumah).

tunggu update selanjutnya yaa..

Belajar di Bengkel Diri

Bismillah..
Jadi ceritanya, suatu hari di grup WA Ibu-Ibu (isinya para akhwat alumni STAN dari berbagai angkatan yang saling invite.. haha) ada yang ngeshare tentang program kuliah online BENGKEL DIRI dari Ummu Balqis..
ini pas banget sih rasanya, udah lama banget saya nggak ikut komunitas atau forum belajar yang terstruktur sejak terakhir kali ikut matrikulasi dan kelas bunda sayang dari Institut Ibu Profesionalnya Bu Septi.. Pas juga sekarang ini saya ngerasa lagi nggak jago banget ngatur waktu. WFH + persiapan "homeschooling" anak-anak..
akhirnya saya izin ke suami untuk ikut kelas ini. bayarnya RP 250.000 (+kode  unik) untuk kelas online selama 2 bulan.
jujur saja, saya kurang banyak mendengar tentang Bengkel Diri. belum pernah malah sebelumnya. jadi ya bismillah aja ikut..
alhamdulillah di Bengkel Diri angkatan 13 ini saya masuk di kelas 13F.. insyaaAllah saya akan mulai nulis reviewnya disini ya..

semalam, 26 Juni 2020 pukul 20.00 WIB, kami dari kelas 13F mengikuti orientasi online.. jadi di orientasi online ini Ummu Balqis melalui voice note dan slide presentasi yang dikirim menyampaikan tentang apa itu Bengkel Diri, bagaimana sistemnya, pengumpulan tugasnya, dan lain-lain. secara garis besar yang saya sukai dari Bengkel Diri ini:
  1. Kelas perkuliahan dilakukan dalam satu grup WA Kelas yang disetting satu arah (hanya admin yang bisa mengirimkan postingan), sehingga bagi siswa yang ingin mengulang materi, tidak perlu susah payah scrolling diantara tumpukan chat dari peserta lain. Menurut saya sih ini sangat baik ya, karena pengalaman ikut grup-grup WA yang bergizi, malah ketumpuk sama chat basa basi atau tanya jawab curhat dari peserta. udah bikin males dulu mau buka WAnya, ujung-ujungnya malah mute notif #eeh;
  2. Untuk ngobrol-ngobrol dan diskusi terbuka, tersedia grup CAFE. di CAFE ini juga ada hari khusus untuk jualan.. jadi tuh nggak setiap saat orang "nyepam" numpang jualan;
  3. Materi disampaikan H-1 (24 jam) sebelum sesi diskusi. Setelah materi di share di grup kelas, para siswa dipersilakan untuk mempelajari materi, dan jika ada pertanyaan, peserta dapat menyampaikan melalui Ketua Kelas yang telah ditunjuk. Nantinya pertanyaan-pertanyaan ini akan dibahas di hari H diskusi.. ini juga poin plus sih menurut saya. Karena beberapa "kulwap" yang pernah saya ikuti memberikan materi di hari H dan diskusi diserahkan saat itu juga, ada juga yang pas diskusi saut-sautan... kalau kita kelewat nyimak gimana? ya siap-siap baca chat numpuk.. di Bengkel Diri skemanya lebih rapi ya, dan waktu diskusi yang 1 jam itu juga cukup panjang jadinya.
  4. Kehadiran peserta  bukan hal yang wajib, yang penting kita menjaga komitmen kita untuk belajar dan mengerjakan tugas.. oiya, untuk tugas ini juga sifatnya nggak wajib ya, hanya kalau kita nggak ngumpulin tugas, kita jadi nggak bisa naik ke kelas berikutnya.
  5. Setiap hari Kamis, ada tugas untuk menginput kegiatan amaliyah perbaikan diri selama 1 minggu, diantaranya ada sholat wajib, sholat dhuha, qiyamul lail, sholat rawatib, dzikir pagi petang, buku yang dibaca, sedekah, mendengarkan ceramah, menjalin ukhuwah, membaca al quran, dan dakwah.. tapi tenang, lagi-lagi ini bukan penentu kelulusan atau kawatir berujung riya'.. insyaaAllah ini justru membantu kita untuk lebih intens dan komprehensif dalam menciptakan habit untuk memperbaiki diri. dan disini juga hasilnya diinput dalam google form, jadi antar sesama nggak bisa saling lihat juga. benar-benar hanya admin yang tau dan akan mengingatkan kita jika kita mulai futur. insyaaAllah..
  6. Oiya, dari poin 5 itu, karena inputnya setiap hari kamis, saya membuat google form sendiri untuk mencatat aktivitas pribadi setiap hari, sekaligus ditambah target pribadi seperti workout, belajar bahasa inggris, dll.. dengan punya google form sendiri, insyaaAllah akan memudahkan saya ketika nanti mengisi tugas di hari kamis, plus yang terpenting, saya juga bisa mengevaluasi sendiri seberapa tertib saya melakukan amaliyah dan target pribadi..
Diantaranya itu ya, perkuliahan insyaaAllah mulai tanggal 30 besok. semoga bisa istiqomah memperbaiki diri dan nulis resume (atau review) di blog ini.
aamiin

Kamis, 20 Februari 2020

kupu-kupu di perutku

butterfly effect..

setelah kemarin ngerasain sensasi butterfly effect karena psikotes... sekarang, sembari nunggu pengumuman hasil psikotes tanggal 6 Maret nanti, saya mulai memikirkan bagaimana wawancara..


dan memikirkannya saja sudah cukup membuat kupu-kupu menari di perut..
deg-degannya minta ampun..

hiks
hiks
hiks


tapi mamak kudu setroooong..
yg penting kuat mentaaal dan persiapaan!!!

Selasa, 04 Februari 2020

#tantangankepegawaian: Semuanya aja di IKU in.

awal tahun nggak jauh-jauh dari penyusunan kontrak kinerja dan penilaian pelaksana ya.. implementasi kedua hal ini sebenarnya keren lho kalau digunakan sebagaimana mestinya. Well, mari kita kupas satu-satu dan gimana implikasinya ya..

Terlepas dari berbagai teori dan peraturannya, IMHO, penyusunan kontrak kinerja (di kami biasa disebut IKU = Indikator Kinerja Utama) seharusnya menganut prinsip LESS is MORE. alias makin sedikit makin baik. kenapa? yaa.. namanya juga KINERJA UTAMA, harusnya hal UTAMA alias yang menjadi CORE dari pekerjaan kita lah yang kita IKUkan.. karena idealnya kita harus memberikan perhatian lebih pada hal yang menjadi IKU kita. Kita harus menetapkan target yang jelas, batasan ruang lingkup yang jelas, bagaimana cara mencapainya, monitoring dan evaluasi pencapaiannya, dan juga analisis apa yang menjadi kendalanya. Betapa luar biasa effort yang kita berikan pada si IKU ini yang saya rasa bakal menjadi begitu keren dampaknya jika kita benar-benar fokus mengerjakannya.
saya inget apa yang disampaikan Pak Kabag ketika tahun pertama beliau disini, beliau menchallenge para Kasubnya untuk memiliki 1 IKU yang paling mencerminkan pekerjaan utama mereka dan di tahun ini akan mereka tingkatkan kinerjanya.. tahun depan setelah dievaluasi, Bapaknya akan memutuskan apakah IKU itu masih perlu ditingkatkan, atau bisa diganti ke IKU lain.. pada akhirnya tiap tahun ada fokus improvement yang benar-benar menyentuh pekerjaan pokok kita.. apakah ini berdampak pada pekerjaan yang bukan IKU tidak akan kita kerjakan? tentu tidak, insyaaAllah.. karena pada dasarnya pekerjaan-pekerjaan lain dengan deadlinenya masing-masing pasti juga akan kita selesaikan kan, bedanya khusus kerjaan yang masuk ke IKU bakal dapet "perhatian khusus" karena ada perencanaan, monitoring, dan evaluasi yang sudah terstandar.

yups, pada akhirnya kuncinya di FOKUS.. hal ini menjadi kontradiktif ketika pada akhirnya di kantor saya muncul prinsip-prinsip random seperti:
IKU itu minimal 5, biar ada 1 IKU yang bisa dikonversi menjadi 120 
emang sih di aturannya disebut kalau untuk setiap kelipatan 5 IKU, kita bisa menentukan 1 IKU yang apabila tercapai 100% akan bernilai 120%, alias nantinya akan mengatrol nilai kita. akhirnya ya jadi kita maksa buat punya minimal 5, bahkan ekstrimnya ada yang ngemaksimalin jumlahnya: pelaksana dan struktural III IV 10 IKU, sementara Eselon II nya 20 IKU.. FOKUS pada 5 - 20 IKU?! hah.. maka bisa dipastikan kita akan sibuk membuat dokumentasi bukti dukung, rapat endebre-endebre..

apa-apa mandatory
tren berikutnya adalah "ini IKU mandatory".. mandatory alias WAJIB ada di suatu unit atau orang.. contoh, kami ada kegiatan sertifikasi standardisasi internasional, naah di tugas fungsi organisasi sudah ada unit yang memiliki tugas untuk mengoordinasikan ini, lalu ada Surat Keputusan Person in Charge (PIC) alias staf yang wajib mengawal. jadwal dari sertifikasi ini udah jelas, dan mau nggak mau juga udah pasti kita kerjain.. tapi seolah-olah kalau nggak di-IKU-in nggak bakal dikerjain, akhirnya kegiatan ini jadi IKU ke semua Bidang dan PIC. hahaha... padahal saya yakin tanpa diIKUkan pasti akan beres kok, karena kami diaudit dan dapat perhatian juga dari management kalau sampai kami jadi penyebab standardisasi ini tidak tercapai..
IMHO sih, untuk apa-apa yang sudah ada Surat Keputusannya ya nggak usah di IKU-kan, karena pada akhirnya juga Surat Keputusan itu bakal jadi perhitungan tugas tambahan.. lah kok jadi diitung dobel ya? dan bisa dibayangin aja kalau misalnya kita dijadiin PIC di beberapa kerjaan "tambahan", bisa-bisa slot 10 IKU maksimal kita bakal penuh dengan kerjaan "auto beres". fyuh..

apa-apa cascading
ada lagi istilahnya cascading, cascading ini maksudnya diturunkan dari level atas ke level bawahnya.. Iyaaa siiih memang dari sononya juga sebagian besar kerjaan dari atasan bakal turun ke bawahannya, tapi kan ya nggak semuanya harus diIKUkan kan? delegasi kerjaan as bussiness as usual aja, karena balik lagi, dengan terlalu banyak IKU akhirnya kita justru bukannya fokus ke perbaikan proses tapi malah ke dokumentasi data dukung.. dan tentu saja, slot maksimal 10 IKU bisa jadi akan terisi dengan seluruh cascading (dan mandatory).


to be honest, saya merindukan pengelolaan IKU di awal saya masuk dulu.. dimana Manager Kinerja kami begitu teliti menchallenge agar IKU kami berkualitas dan fokus dengan tugas pokok kami... saya pribadi berharap kedepannya ada yang bisa membuat gebrakan nyeleneh (bukan cuma ngomong idealnya gimana), dengan benar-benar memikirkan IKU apa sih  yang disepakati akan dikerjakan oleh stafnya, yang berdasar dari apa fokus yang ingin mereka tingkatkan di tahun ini..
jadi effort yang udah kita keluarkan memang benar-benar ada manfaatnya, bukan sekedar keribetan formalitas yang toh pada akhirnya bakal tercapai 100%.
being busy for nothing..




Rabu, 08 Januari 2020

Persiapan Finansial agar Pensiun Menyenangkan

baru akhir bulan lalu genap berusia 30 tahun, kali ini sudah membahas pensiun? hehe.. kaleem..
usia pensiun pegawai negeri sipil normalnya adalah 58 tahun. insyaaAllah jika diberi umur panjang, maka masih ada 28 tahun sampai dengan saat itu tiba.. Setelah pensiun, apa yang akan kita dapatkan? well, sekitar 75% gaji pokok! jadi kalau sebelumnya kita menikmati gaji pokok + tunjangan, siap-siap nanti pas pensiun kita hanya akan menerima segitu.. anggaplah pensiun di golongan IIId maka kita akan mendapatkan Rp 3.426.600/bulan.. alhamdulillah ya.. ya kan kita nggak ngapa-ngapain tapi tetap mendapatkan uang dari negara..
Nah, tapiii... pernah nggak sih di usia kita sekarang, kita bener-bener ngebayangin gimana nanti kondisi finansial kita saat pensiun? saya pribadi sudah mulai memikirkan hal ini:

Kapan pensiun?
sampai dengan tulisan ini saya buat, saya berencana untuk pensiun dini. Mengacu PP 11/2017, pensiun dini sudah bisa diajukan oleh pegawai yang berusia 45 tahun dengan masa kerja 20 tahun.. (sekarang belum ada perka turunannya ya, jadi pensiun dini masih mengacu ke usia 50 tahun, tapi optimis laah nanti saat saya mau pensiun udah ada peraturan turunannya.. aamiin).. Naah, karena saya lahir tahun 1989 dan bekerja sejak 2010, artinya pada akhir tahun 2034 saya akan berusia 45 tahun dengan masa kerja 24 tahun (insyaaAllah semoga diberi umur panjang yaa). eh kenapa pensiun dini? yaa.. karena saya ingin menikmati hidup sebagai diri sendiri, sebagai orang tua, dan menggeluti cita-cita yang belum terwujud. lagi pula membayangkan pensiun di usia 58 tahun? wuhuuuu.. bisa bisa saya sudah begitu rentanya.. udah nggak segitunya berkontribusi untuk negara.. ah jangan lah..


saat pensiun, bagaimana dengan anak-anak?
naah.. saat pensiun nanti, kira-kira kondisi anak-anak:

Pensiun saat anak-anak masih sekolah panjaang? insyaaAllah, nggak kuatir masalah rizki, justru saya excited membayangkan masih ada kesempatan untuk dekat dan mengurusi mereka langsung ketika saya pensiun di usia 45 tahun.. kalau nunggu usia 58 tahun, saya sudah nenek-nenek, dan anak-anak mungkin sudah sibuk dengan dunianya sendiri.. tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak *drama



kegiatan saat pensiun 
saat pensiun saya ingin setidaknya:

  1. merawat anak-anak, menjadi teman belajar dan curhat mereka, menjadi ahli gizi mereka dan konsultan untuk apapuun buat mereka yang sudah mulai dewasa dan remaja;
  2. menjadi guru SD sukarela di sebuah pelosok negeri - atau di kampung halaman untuk beberapa bulan.. mungkin pindah-pindah desa will be nice ya.. sekalian traveling seluruh Indonesia gitu. ini cita-cita banget dari jaman masih kecil.. oke, sebenernya saya pengen punya sekolah dengan kurikulum sendiri macem sekolahnya tottochan itu, tapi baru sebatas pengen sih, belum sampai ngerencanain bener-bener. who knows kan ya
  3. tetep aktif ngeblog dengan konten yang lebih berbobot.. biar otak tetap aktif dan update gitu
  4. punya kos-kosan! ini mah wajib ya biar pensiun lebih indah dan nyaman
  5. memanage beberapa bisnis franchise dan usaha lainnya;


persiapan menuju pensiun
okay, setelah tau bahwaaa saya punya target pensiun di usia 45 tahun, dengan beban finansial yang masih lumayan, dan beberapa hal yang ingin saya kerjakan, pastinya saya sadar bahwa saya tidak boleh hanya mengandalkan hidup yang mengalir.. tentu harus ada ikhtiar yang luar biasa agar nanti pas udah pensiun nggak bingung kesana kemari membebani keluarga besar, anak atau kenalan.. ah.. atau udah pensiun malah nyari-nyari kerjaan lagi.. semoga enggak yaa..
jadi, dari sekarang saya dan suami memang sedang mulai bisnis kecil-kecilan. Kalau teman-teman pernah baca di tulisan saya yang berisi alokasi-alokasi anggaran keluarga, disana kami memiliki budget untuk investasi sebesar 33% dari percentage cost, naah anggaran ini kami fokuskan untuk memulai bisnis, bukan untuk beli surat-surat berharga atau emas-emasan gitu.. diantara bisnis yang sedang kami rintis dan targetkan:

  1. Lego Corner (active): alhamdulillah kami sedang bekerja sama dengan Trans Studio Mini Semarang membuka tempat bermain lego untuk anak-anak, semoga kami bisa buka di cabang-cabang lain yaa tahun ini.. aamiin..
  2. Bolu Kapas - oleh oleh khas Malang (on progress): berawal dari maraknya oleh-oleh ngehits di berbagai daerah, kami memang pengeeeen banget bisa punya usaha oleh-oleh seperti ini. alhamdulillah pucuk dicinta ulam pun tiba, kami mendapatkan tawaran kerja sama untuk usaha satu ini.. saat ini sedang tahapan cetak kardus untuk packagingnya. doakan semoga lancar dan laris manis ya.. aamiin..
  3. Jasa tenda membrane (active): ini kerja sama dengan kakak ipar teman suami (halah) jadi tiap ada proyek pembangunan tenda membrane, kami ambil bagian untuk suntikan modal dengan bagi hasil usaha yang telah disepakati. akadnya Mudharabah.
  4. franchise pengiriman barang (next): ditengah maraknya jual beli online, sayang banget kaan kalau kita nggak ambil bagian? naah.. kami sudah lama melirik untuk ikut andil dalam pengiriman barang ini, tapi belum action sih.. teman-teman pengen  juga? silakan ^^
  5. franchise makanan (next): ini juga menggiurkan. hahaha.. tentunya bukan makanan yang ngehits sih, kami lebih ingin punya franchise makanan yang tidak lekang dimakan usia, bukan yang musiman.. 
  6. export produk tertentu (to be discussed): ini masih masuk dalam wacana ya, karena kami belum mempelajari tentang per export import-an.. tapi kalau bisa menambah bobot neraca export negeri ini, ditambah tentunya memberikan value added bagi produk lokal kita, kenapa enggak kan?
  7. usaha padat karya di kampung halaman (to be discussed): balik deso mbangun deso.. ini juga salah satu cita cita saya. semoga seiring berjalannya waktu bisa dapat ide yang kece dan long lasting ya.. aamiin
  8. kos-kosan! (next): ini wajibbbb!!! minimal 10 pintu.. aamiin! di daerah yang deket kampus atau perkantoran. entah kenapa saya masih pengen jogja atau solo.. mana-mana aja ya.
Naah.. semoga ini bisa membuat teman-teman mulai mempersiapkan diri ya, at least punya bayangan gitu kalau nanti udah pensiun di usia 58 tahun (atau lebih cepat) bisa mengkondisikan diri dan keluarganya.
btw, sebenarnya di kantor juga ada sih diklat persiapan purnabhakti, tapi diklatnya biasa dilakuin 2 tahun sebelum pensiun.. yaa kan udah terlanjur lupa persiapan diri kalau saya mah.. hehe..
yuk lah, rencanakan hidup kita sebaik-baiknya, semoga ikhtiar dan doa-doa kita bisa mendapatkan ridho Allah SWT untuk menggerakkan penghapus-Nya, dan memperbaiki rencana kita menjadi takdir yang jauh lebih indah.. aamiin 

Selasa, 07 Januari 2020

Hijrah Finansial #3: Prinsip-prinsip dalam Mengelola Keuangan Keluarga

kelanjutan dari series #HijrahFinansial, saya ingin sharing tentang bagaimana prinsip pengelolaan keuangan keluarga kami, semoga bisa diambil hikmahnya yaa..
1. "Rizki itu sudah PASTI. Keberkahan lah yang kita cari"
pertama kali saya tau quote ini dari Ibu Septi, foundernya IIP: Institut Ibu Profesional.
quote ini ngena banget di hati saya, dan telah menjadi prinsip utama dalam keluarga kami, bahwa rizki yang kami terima dari Allah SWT sudah merupakan hal yang pasti dijamin oleh Allah SWT. takarannya sudah pasti segitu. semangat mencari rizki itu harus! tapi menjemput rizki yang berkah itu HARUS BANGET. Dengan begitu, kami lebih insyaaAllah tidak akan tergoda buat lirik kanan kiri yang memang bukan hak kami.. kami belajar untuk lebih hati-hati pada rizki yang kami bawa pulang: gratifikasi bukan? hak kita bukan? halal nggak? thayib nggak?
contohnya, saat jaman dulu uang taksi untuk dinas luar dibayarkan sesuai dengan standar biaya minimum, maka saya akan memastikan hanya uang senilai yang saya keluarkanlah yang saya terima. sisanya kalau bisa akan saya kembalikan. kalau nggak bisa ke negara, akan saya sumbangkan. intinya nggak akan saya bawa pulang laah.. pernah tuh suatu ketika saya lupa mengeluarkan selisih uang transport yang 100rb, alhamdulillah Allah begitu sayang pada saya, hingga akhirnya saya kehilangan uang 100rb. Allah masih menjaga kami... alhamdulillah..
contoh lain, ketika ada teman yang kebetulan waktu itu saya yang ditugaskan untuk mengurus kepindahan beliau mutasi ke daerah, eh teman ini tiba-tiba memberikan saya hadiah - untuk anak saya.. saat bercerita ke suami, saya diingatkan dengan pertanyaan "apakah jika bunda tidak melakukan pekerjaan itu (mengurusi kepindahannya), dia akan memberikan hadiah ini? apakah teman-teman bunda yang lain juga mendapatkannya?" well.. saya rasa teman saya memberikan itu karena saya membantunya, jadi saya dengan meminta maaf mengembalikan hadiah tersebut. suami saya selalu bilang "nilainya nggak seberapa, tapi kalau nggak halal, repot di kitanya.."
betul ayaaah :")

2. Say NO to RIBA dan Asuransi
Adalah menjadi bagian dari tamparan yang membuat kami berhijrah finansial yaitu kesadaran untuk melek RIBA. memang kami belum bisa 100% lepas dari riba karena kami juga masih menggunakan bank conventional untuk menerima gaji kami, belum lagi dengan uang elektronik yang masih ada berbagai kontroversi tentang unsur riba enggaknya.. tapi RIBA yang kami maksud disini adalah kami nggak akan menggunakan kartu kredit atau terlibat pinjam meminjam atau jual beli yang mengandung unsur riba di dalamnya.
Sedangkan asuransi (kecuali BPJS yang emang udah default dari kantor - dan asuransi gratis dari kantor suami), kami juga insyaaAllah tidak akan mengambilnya. Kenapa? kembali ke bukunya Saptuari "kembali ke titik nol", bahwa asuransi ini mengandung Gharar alias keragu-raguan - gambling - potensial untuk merugikan salah satu pihak.. Jadi, yaa kami nggak mengansurasikan mobil kami (dengan segala risikonya), nggak ambil asuransi pendidikan (jadi kami menabung tiap bulan untuk pendidikan anak-anak), dan nggak ngambil juga asuransi kesehatan lain (selain BPJS dan gratisan dari kantor suami).
Oiya, untuk kartu kredit, dengan berbagai penawarannya yang menggiurkan ituuu,, kami memang sudah sepakat untuk sama sekali tidak menggunakannya. ya karena ada unsur ribawinya itu tadi. inget banget di bukunya Saptuari bilang kalau akad denda di kartu kredit itu sendiri yang menjadikan kartu kredit ini riba, sekalipun kita selalu bayar tepat waktu. contohnya gini: kalau dalam seminar, si pembawa acara bilang "ibu-ibu, ngumpul di sini jam 1 ya, buat yang telat nanti akan dicium sama peserta yang cowok". inilah akad. walaupun kita yakin bakal nggak telat, tapi tetep aja kalau ada perjanjian kaya' gitu sama pembawa acaranya, emang kita mau? pasti kita nggak mau laah yaaa.. jadi gimana donk kalau butuh kartu kredit? alhamdulillah sejauh ini belum butuh sih.. dan apa ya, buat saya yang pada dasarnya nggak bisa liat SALE SALE SALE hahaha.. kalau ada kartu kredit bisa-bisa malah nggak bisa ngatur belanja.. alhamdulillah..

3. Ada sama dimakan, nggak ada sama ditahan = alias jangan ngutang!
alhamdulillah setelah menyelesaikan hutang, saat ini kami nggak punya hutang finansial, dan insyaaAllah kami bertekad untuk nggak akan ngutang. yaa kalau uang kami belum cukup untuk membeli rumah baru atau merenovasi rumah, ya kami nggak akan maksain diri buat minjam. Nabung dulu, kalau sudah cukup baru eksekusi.

4.  Taat Budgeting!
selain jangan ngutang, kami juga harus Taat Budgeting, baik untuk anggaran di bulan berjalan, maupun atas pengelolaan tabungan. kalau dalam keuangan negara biasanya kita bilang "ada pagunya nggak?" kalau mau beli sesuatu. Pun dalam pengelolaan keuangan keluarga, sebelum membeli sesuatu, kami harus cek, ada pagunya nggak? kalau nggak ada ya nggak usah beli.. Eits.. kalau nggak ada pagunya tapi urgent gimana donk? hehe.. revisi DIPA #halah..  bisa pakai dana darurat sih, tapi harus bener-bener kuat alasannya yaa.. bukan semata-mata lapar mata gitu. ataaau kalau bener-bener nggak ada anggarannya dan memang pas nyusun pos anggaran kemarin kita nggak kepikiran, ya sementara diambil dari tabungan dulu, tapi di bulan depan kita masukkin "mata anggaran" itu. jadi nggak keasyikan atau seenaknya sendiri eksekusi anggaran yang nggak terencana..
tentang nggak ada pagunya ini kami punya pengalaman, diawal kami nggak menganggarkan untuk bayar pajak mobil motor dan servicenya.. hahaha.. pede amat yak.. hingga pas waktunya mbayar, kami bingung ini mau diambil dari manaa.. karena sisa uang di dana darurat pun nggak nutup.. akhirnya kami ambil dari tabungan investasi kami, dan di bulan depannya kami munculin pos buat tabungan mbayar pajak dan service untuk nantinya kita bayarkan di periode pajak tahun depan.. tax amnesty ceritanya, ditalangin pakai LPS.. haha

5. Investasi boleeh, tapi yang halal yaa
mengelola tabungan - apalagi karena kami nggak pakai asuransi - harus hati-hati. kami sadar sih kalau dari sudut pandang ekonomi, secara time value of money nya kalau nggak pakai asuransi (pendidikan misalnya) bakal jauh banget. Agen asuransi pasti bakal menggoda kami dengan "kalau ibu membayar premi sekian tiap bulan, maka saat anak ibu sekolah nanti ibu akan mendapatkan blablablablablabla.." tapiiii, kami yakin, Allah SWT yang Maha Kaya, maka kami nggak akan kuatir nanti nggak bisa nyekolahin anak kalau nggak ikut asuransi, yang penting kami ikhtiar dengan menabung ini..
Naah, untuk tabungan anak-anak (biaya sekolah) memang belum kami investasikan ke mana-mana.. idealnya mungkin kami tabung jadi emas ya.. hehe.. tapi sementara ini masih kami tabung dalam bentuk uang..
sedangkan untuk tabungan investasi, kami "puter" dalam beberapa jenis usaha. bisa dilihat di postingan tentang rencana pensiun kami.. hehe..
intinya, dalam mengambil keputusan untuk investasi, kami juga akan ngeliat ini halal nggak.. belajar itu wajib. ya kali kita pengen selamat dunia akhirat tapi nggak mau belajar kan? orang pengen lulus sekolah aja kita belajar. contoh:

  • nabung emas -> pelajari gimana hukum jual belinya. apalagi sekarang lagi marak tuh nyicil emas, nabung emas, arisan emas.. hmm.. sependek yang saya pelajari, kalau mau beli emas (batangan), maka uang dan barang harus kita terima pada hari yang sama, untuk menghindari gharar itu tadi. ghararnya gimana sih? misal kita bayar hari ini dengan nilai 500rb tapi emasnya kita terima besok pagi aja, bisa jadi harga emasnya udah 505rb atau 495rb alias udah berubah.. ada potensi pihak yang dirugikan, dan Allah SWT telah mengatur ini dengan clear.. silakan dipelajari yaa
  • obligasi, deposito, sukuk, sun? hmm.. ini saya belum belajar... tapi saya memang belum tertarik dengan yang semacam ini
  • merintis usaha atau franchise-an.. silakan pelajari ya, saya juga tertarik mempelajari ini..
intinya apa ya..
ehm.. mengelola keuangan rumah tangga itu harus seprofesional ngelola keuangan negara.. bener lho ini.. betapa sayangnya kalau kita punya ilmu tentang pengelolaan uang negara, tapi sama sekali kita nggak terapkan dalam pengelolaan keuangan kita..
buat yang single apa lagi,, hehe.. 
kapan-kapan saya tulis tentang "seandainya aku masih single" ya, sebagai perspektif dalam mengelola keuangan dan masa muda #halah #berasatua


Buku #1: Awe-Inspiring Me

Salah satu resolusi saya di tahun 2020 ini adalah "membaca 20 buku dalam satu tahun". apaa?? cuma 20 buku? hmm... mengingat tahun kemarin saya hanya menyelesaikan sekitar 5 buku, rasanya target 20 buku cukup achievable. Naah, buku pertama yang saya baca (atau lebih tepatnya saya selesaikan baca) adalah buku "Awe-Inspiring Me" karyanya mba Dewi Nur Aisyah.. sebelum sekilas ngebahas bukunya, saya mau ngasih testimoni dulu tentang sosok mba Dewi Nur Aisyah ini ya.. karena beliau memang salah satu muslimah yang inspiratif. terutama dalam mendidik anaknya. Mengikuti beliau di IGnya, saya merasa jauuuuuh dari sempurna dalam menanamkan nilai-nilai islam ke anak-anak saya. hiks.. mba Dewi ini sukses mengajari iman dan ikhsan ke anak gadisnya, tentang bagaimana berpakaian, bagaimana menjalankan islam, mencintai sesama, dll.. keren banget lah.. silakan cek sendiri aja di IGnya.
Mba Dewi ini, selain keren dalam mendidik anak, pun juga keren dalam prestasinya di dunia akademik. beliau dan suaminya sama sama dapat beasiswa ke luar negeri dan juga segudang prestasi dan manfaat lainnya (silakan lagi-lagi kepoin IGnya yang begitu inspiratif ya).. apalah saya yang apalah ini.. hahahahaha.. (ketawa miris)
Naah... tergodalah saya untuk membaca karya mbaknya yang berjudul "Awe-Insipiring Me" ini. beli bukunya? alhamdulillah enggak #eeh
saya pinjam dari perpustakaan kantor. Oiya, dalam resolusi 2020 ini memang saya targetkan untuk membaca ya, bukan membeli.. dan memang sesuai dengan prinsip keuangan saya - dan konmari - saya akan mikir seribu kali untuk membeli buku, kecuali buku itu memang bakal saya baca berkali-kali.

OK lanjut, jadi setelah meminjam buku ini beberapa minggu lalu, akhirnya saya berhasil selesai membacanya. buku ini saya baca sembari pumping, sembari nunggu suami, sembari sarapan, pokoknya sembari aja gitu..
Nah, secara garis besar, buku ini menceritakan tips-tips dari mba Dewi untuk memotivasi kita agar menjadi muslimah yang luar biasa. menjadi muslimah yang keren! tulisan di bawah judulnya jelas bilang "duhai Ukhti, Jadilah Luar Biasa!". disini, mba Dewi mengajak kita untuk merencanakan hidup kita. seperti apa yang dia lakukan.. mulai dari menyusun rencana jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek, kemudian mendetailkan satu per satu, sertaaa tidak lupa untuk mengevaluasinya. Dalam buku ini mba Dewi juga memberikan notes-notes tentang bagaimana seharusnya muslimah bertindak, dalam mengelola masa mudanya, menghadapi kegagalan, tentang bagaimana mendekat pada Allah, dan bagaimana mengelola hati..
dengan bahasa yang cenderung puitis dan berima, mba Dewi menyampaikan pesan-pesannya dengan halus, bagus untuk mem-pukpuk diri yang mulai terlena pada ketidakbaikan, yang lupa dan lalai pada apa yang ingin kita asakan.. (halah kok jadi ikut2an berima).
Buat saya pribadi, buku ini pas banget momentnya dengan semangat saya saat ingin mencari beasiswa, apalagi di bagian yang menghadapi kegagalan. hehe.. maksudnya ya bagaimanapun setelah lama vakum dari dunia persaingan, saya sadar sih ada kemungkinan saya akan gagal dalam hunting beasiswa ini, dan saya harus siap menghadapinya. ready for the best prepare for the worst kan.. pas baca bab itu, saya jadi mikir "semoga saya berhasil.. seandainya gagal, semoga saya nggak segitunya merasa kecewa, dan bisa langsung bangkit seperti yang disampaikan mba Dewi disini."
jadi? jadii... buku ini OK dibaca untuk ukhti-ukhti yang mungkin kemarin merasa kehilangan arah, yang merasa nggak tau harus mulai darimana untuk memperbaiki diri.. semoga Allah SWT memberikan hidayah-Nya melalui buku ini ya..

Tantangan Kepegawaian #3: udah yakin mau resign? coba cara ini

setelah dulu saya pernah membahas kenapa saya memutuskan untuk nggak jadi resign, kali ini, saya punya sedikit saran yang mungkin bisa teman-teman coba ketika sudah berusaha memantabkan hati untuk resign, tapi masih ada tapinya.. hehehe..
tapinya apa? misal:

  1. mati gaya kalau udah resign;
  2. kangen ngantor;
  3. jangan-jangan kemantapan hati kemarin hanya emosi sesaat;
  4. ternyata suami mutasi jauh yang bikin kita tetep aja nggak bisa bareng suami
  5. dll
naah, kalau kamu masih semi ragu-ragu gitu, tapi tetep pengen nyobain dulu, saran saya, coba ambil alternatif ini:

  1. Ajukan cuti besar : 3 bulan. cuti besar ini bisa kamu ambil jika masa kerjamu sudah 5 tahun ya.. nah dalam 3 bulan masa cuti besar ini, coba hayati baik-baik, apakah resign adalah hal yang memang kamu butuhkan? dengan segala rutinitasnya, apakah kamu bisa menikmatinya tanpa penyesalan?
  2. Ajukan cuti di luar tanggungan negara : emang boleh? yaa tentunya dengan memastikan kita memenuhi syaratnya ya.. sebagaimana diatur dalam perka BKN no. 24 tahun 2017, PNS yang memiliki masa kerja minimal 5 tahun bisa mengajukan cuti di luar tanggungan negara, dengan alasan: ikut suami/istri tugas negara/tugas belajar/bekerja, menjalani program hamil, mendampingi anak berkebutuhan khusus/suami/istri/anak yang memerlukan perawatan khusus, atau mendampingi ortu/mertua yang sakit/uzur. lamanya? 3 tahun dan dapat diperpanjang 1 tahun.
  3. kalau sudah mengajukan cuti-cuti di atas dan akhirnya tetap mantab dan menikmati segala rutinitasnya setelah tidak bekerja.. yaa silakan saja untuk lanjut resign..

proses resign sendiri - untuk PNS - sebenarnya terbilang cukup mudah kok, tahapannya:

  1. pertama-tama, wajib ngadep dulu ke atasan, ngobrol-ngobrol gitu lah.. karena gimana pun yang akan terdampak langsung ketika kita resign adalah atasan langsung kita;
  2. selanjutnya ajukan surat permohonan resign berjenjang, tentunya uraikan alasannya;
  3. ikuti exit interview, biasanya sih isinya nggak jauh-jauh dari pertanyaan kenapa kamu mau resign, rencana kalau udah resign mau ngapain, dan sederetan pertanyaan lain yang inti sebenernya ngebantu kamu biar kamu nggak nyesel kalau resign;
  4. tetep kerja sampai dengan SK pemberhentianmu keluar.. masuk kerjanya dulu baik-baik, yaa harusnya keluar juga dengan baik-baik ya, karena kalau kamu nggak ngantor setelah nyerahin surat resign, otomatis setelah 46 hari kerja kamu bakal dikeluarkan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri - alias dipecat. risikonya apa? one day kamu berubah pikiran dan pengen PNS-an lagi, enggak bisa..
  5. sekitar paling lama 3 bulan insyaaAllah SKnya keluar.
nah.. semoga teman-teman yang ingin resign diberikan kemudahan dan kelancaran ya..
pesan saya sih, jika ingin resign untuk mengurus keluarga, sungguh itu adalah hal yang sangat mulia.. jangan pernah sekali-sekali berfikir bahwa nanti teman-teman hanya seorang ibu rumah tangga.. kalian adalah menteri keuangan keluarga, menteri pendidikan, tak hanya koki handal tapi juga ahli gizi keluarga.. berkarir sebagai ibu seutuhnya itu KEREN. jadi jangan jadi IBU yang biasa-biasa aja..
insyaaAllah kalau rizki udah jaminan Allah SWT.

Semangat!!
This entry was posted in

orang-orang berubah? hmm.. kita PUN berubah.

sebuah random thought berlarian di otak..
ada kalanya saya merasa orang-orang di sekitar saya, pun dalam kehidupan saya berubah. mereka yang dulu begitu dekat menjadi serasa orang asing. saling menyapa pun tidak. orang-orang menjadi makin dewasa - tua - dan sibuk dengan diri masing-masing.
orang-orang?
hmm... bisa jadi orang lain pun berpikir serupa. kita adalah bagian dari orang orang - pada sudut pandang orang lain. dan kita juga sudah pasti berubah.

perubahan itu pasti, entah berapa banyak quote yang mengambil tema perubahan ini.
saya, yang pasti, akhir-akhir ini begitu menyadari bahwa diri ini berubah:

  1. dulu, saya berencana untuk resign mengurus keluarga, begitu bersemangatnya dan serius memikirkannya.. hingga seiring berjalannya waktu dan melalui proses berfikir, akhirnya saat ini saya justru makin mantab untuk bekerja. - dan pensiun dini di usia 45 tahun-
  2. dulu, saya berfikir untuk bekerja sewajarnya saja, nggak perlu kuliah lagi. hanya akan kuliah untuk meningkatkan kompetensi saya sebagai ibu.. boro-boro mikir mau ambil beasiswa. ah ya.. lagi-lagi Allah SWT yang Maha Membolak-balikkan hati manusia, akhir tahun lalu hati ini tergerakkan untuk berusaha mencari beasiswa.
  3. dulu, kami berfikir yang penting punya rumah dulu.. jauh pun OK, daripada ngontrak.. kemudian, Allah SWT menggerakkan hati ini untuk akhirnya ngekos di Jakarta Pusat yang deket kantor, dan meninggalkan rumah kami disana. Ah ya, setelah beberapa bulan lalu kami gencar mencari rumah di Jakarta Pusat,,, eh beberapa waktu lalu kami sempat melirik untuk punya rumah lagi di pinggiran.. masyaaAllah... hehehe..
ituu baru sedikit contoh betapa Allah SWT Maha Membolak-balikkan hati hamba-Nya.. sungguh mengajarkan saya untuk tidak JUMAWA dengan rencana diri karena Allah SWT adalah Sebaik-baiknya Penentu hidup kita.
eits.. tapi jangan hal ini menjadi patokan kita untuk membiarkan hidup ini mengalir begitu saja tanpa rencana yaa.. saya justru makin percaya untuk "membuat rencana hidup yang indah" dan berusaha sebaik mungkin untuk mencapainya.. kenapa? karena ikhtiar kita lah yang nantinya semoga akan menjadi pertimbangan Allah SWT dalam mengubah takdir hidup kita.. saya percaya sih, kalau rencana hidup yang kita susun aja sudah begitu indahnya, apalagi rencana yang sudah Allah SWT gariskan untuk kita.. wuiiih.. pasti nggak kebayang gimana kerennya. dan sudah pasti ada jaminan "YANG TERBAIK UNTUK KITA".

jadi?
yaa. jadi itu tadi.. hehehe..