Sabtu, 27 Juni 2020

School from Home atau Homeschooling?

selama 3 bulan terakhir, kita para orang tua dihadapkan pada tantangan baru: School from Home (Learning from Home, Belajar dari Rumah, Pendidikan Jarak Jauh, dan istilah lainnya), intinya memindahkan kegiatan belajar mengajar yang tadinya di sekolah jadi di rumah.
bagaimana saya menjalaninya?
jadi 2 anak saya, Gentza (5 tahun - TK A) dan Yaya (3 tahun - Paud A) kemarin mengikuti SFH. Melalui whatsapp grup, guru sekolah mengirimkan voice note muraja'ah plus daftar tugas sekolah harian dalam bentuk file bergambar (dan tulisan). selanjutnya secara aktif guru akan menagih memonitor kegiatan anak-anak melalui setoran foto yang disampaikan oleh orang tua. Oiya, pas bertepatan dengan ramadhan kemarin, tugas dari sekolah ditambah dengan link video youtube yang berisi kultum.. tidak lupa ada kegiatan zoom kelas di hari sabtu.

apakah anak-anak bisa tertib mengikuti kegiatan? tentu tidaaak.. karena anak-anak sedang memiliki kegiatan favorit masing-masing..

dengerin muraja'ah dari voice note anteng? tentu tidaak.. yang ada ketika HP bunda berbunyi mengalunkan mura'jaah, anak-anak akan berebut HP untuk melihat file lain - seperti foto-foto kegiatan teman-teman yang dikirim melalui whatsapp grup.

liat video ceramah dengan khusyuk? tentu tidaak.. karena saat youtube menayangkan ceramah, anak-anak lebih tertarik melihat tontonan lain yang bersliweran di youtube.

alih alih membuat anak saya makin pintar dengan panduan yang ada, justru membuat saya merasa terintimidasi karenaaaa
1. seiring dengan jadwal mereka SFH, kerjaan dari kantor saya makin banyak dan seringnya urgent. Tak lupa zoom meeting yang bisa sewaktu-waktu dilakukan yang otomatis membuat saya nggak bisa nyambi mereka;
2. demi melihat mamak ada di rumah tapi nggak bisa main karena megang laptop, anak-anak auto caper, makin semangat merajuk dan bertikai..
3. di grup kelas anak-anak, guru dengan semangat meminta update kegiatan anak-anak hari ini apa.. yang tentunyaa direspon dengan update dari beberapa ortu lain yang alhamdulillah anak-anaknya bisa mengikuti kegiatan dengan baik.. sedangkan anak-anak saya mulai defense ketika mamak mau fotoin kegiatan mereka.. mereka nggak nyaman dengan dokumentasi setiap hari..

stres nggak mbak?
hmm.. sebenernya belum sampai pada tahap stres ya.. tapi jujur saya tidak menikmati proses ini. di akhir hari, saya menyesal karena saya merasa "tidak becus" mengajari anak-anak. masak membujuk anak-anak melakukan tugas sekolah yang segitu aja nggak bisa mbaak? kira-kira seperti itu..
apakah keesokan harinya anak-anak bisa saya bujuk kembali? well... seringnya enggak..
ditambah ketika di akhir pekan diajak zoom meeting, anak-anak saya lebih sering ngumpet dan menolak menyapa gurunya..
komplit.

akhirnya, saya memutuskan untuk menghentikan rasa penyesalan ini agar tidak berlarut-larut. ya gimana ya.. terus menjalani hal yang membuat saya dan anak-anak nggak nyaman, plus manfaat untuk anak-anak juga hampir nggak ada, rasanya kok sia-sia aja, alias membuang-buang waktu..

dari sini saya mulai melihat-lihat tentang homeschooling. Awalnya karena ingin mencari alternatif konsep bagaimana kegiatan belajar di rumah yang menyenangkan dan memang sudah dilakukan oleh cukup banyak orang (dan terbukti berhasil).. yah saya pikir, jika saya benar-benar ingin agar anak-anak bisa benar-benar nyaman belajar di rumah, saya harus memperbaiki metode belajar anak-anak agar kegiatan bermain sambil belajarnya dapat berjalan menyenangkan, dan tentunya tidak membuat saya stres.

mampirlah saya di youtube "rumah inspirasi". awalnya sembari kerja saya mendengarkan podcast mereka di youtube, yang pada akhirnya benar-benar merubah mindset saya dan memberikan saya pencerahan. beberapa poin kunci yang membuat saya sadar bahwa selama ini saya telah keliru yaitu:
1. saya memaksakan diri untuk membawa SEKOLAH ke rumah, bukan fokus pada bagaimana mendidik anak;
2. saya melupakan prinsip utama yang sebelumnya selalu saya pegang: bahwa dunia anak adalah bermain, dan dari bermain itulah mereka banyak belajar.
3. hal paling utama yang harus saya lakukan pertama kali adalah saya harus menetapkan tujuan apa yang ingin saya capai dalam mendidik anak-anak saya, kemudian merencanakan kegiatan bermain apa yang akan dilakukan bersama mereka.. tentunya dengan muatan pendidikan yang saya sisipkan, agar tujuan pendidikan saya tercapai.
4. anak-anak saya masih usia prasekolah. belum wajib sekolah, lantas seharusnya saya lebih banyak mengajak mereka bermain dengan senang, ketimbang merasa terbebani dengan "tugas sekolah".

kembali saya melihat budget yang telah saya susun.. daripada saya membayar SPP yang cukup lumayan, rasanya akan lebih bijak jika saya mengalihkan uang SPP untuk membeli alat penunjang permainan di rumah. toh saat ini saya bukannya merasakan manfaat sekolah, justru sistem SFH sekolah membuat saya merasa terbebani (terlepas ini masalah mindset saya yang merasa terbebani ya, karena beda ortu beda persepsi). daripada berlarut-larut pada "sibuk bikin dokumentasi tugas sekolah", yang ketika tidak berhasil dapat membuat saya merasa bersalah di malam hari; saya memutuskan untuk memulai Homeschooling a la a la.. ya mumpung saya di rumah, saya akan menyusun kurikulum belajar sendiri (dengan berbagai referensi tentunya).
jadilah saya memutuskan untuk belajar lebih banyak tentang homeschooling dan insyaaAllah juli nanti sudah siap launching di rumah..
semoga lancaar..
aamiin..

trus sekolah anak-anak gimana?
rencananya sih 3 bulan awal ini mereka cuti dulu. alhamdulillah untuk kakak sudah di acc, sedangkan untuk yaya belum ada kejelasan dari sekolah.
nah, dalam 3 bulan ini saya akan melakukan evaluasi atas rencana belajar yang saya susun dan terapkan vs bagaimana perkembangan sistem pendidikan di sekolah anak-anak. soalnya balik lagi, selama pandemi ini toh pada akhirnya anak-anak tetep akan saya hold untuk selalu berada di rumah.
kalau udah lewat 3 bulan gimana?
kita lihat dari hasil evaluasi ya, apakah anak-anak akan lanjut belajar dengan saya (artinya mereka berhenti sekolah) atau anak-anak akan kembali mengikuti kurikulum sekolah (tapi tetep belajar dengan saya di rumah).

tunggu update selanjutnya yaa..
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar