Sabtu, 08 Agustus 2020

Hidayah dan Dholalah

Disini saya mendapatkan jawaban atas pertanyaan logika umum yang kerap muncul, yaitu -> Allah memberikan hidayah kepada hamba yang Dikehendaki, dan menyesatkan yang Dikehendaki. Hal ini membuat manusia umumnya berfikir bahwa kita sudah ditakdirkan untuk berada pada kebaikan atau keburukan, tanpa ada kontribusi manusia.

Jika kita mentadzaburi Al Qur'an, sesungguhnya segala hal yang kita lakukan, baik baik maupun buruk, akan kembali ke kita (Q.S. Fushshilat:46), Allah menyesatkan orang yang dikehendaki, dan memberi petunjuk kepada orang yang bertaubat kepada-Nya (QS Ar Ra'du). masyaaAllah ya, sebetulnya ketika muncul pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita ragu dan kawatir tersesatkan, kita hanya cukup mencari jawaban dari Al Quran sambil memohon kepada Allah SWT agar diberikan hidayah untuk mendapatkan jawaban atas keraguan..

Bagaimana peran manusia dalam meraih hidayah dan dhalalah?

Adalah hal klise, ketika kita mencari kambing hitam atas apa yang terjadi pada kita. padahal sebetulnya kebaikan atau kesesatan yang terjadi pada kita bisa bersumber pada:

1. manusia sendiri yang berikhtiar untuk menjemput hidayah atau mengikuti kesesatan

2. manusia mengambil peran dalam menyesatkan dirinya maupun orang lain

3. syetan juga bersemangat menyesatkan manusia

Hidayah Khalqiyah -> datangnya hidayah dari Allah secara tidak langsung, karena manusia telah dilengkapi dengan kemampuan untuk berfikir: menjemput kebaikan atau keburukan (QS Al Balad: 10, QS Asy syams: 7-8)

Hanya dengan pemikirannya saja, definisi BAIK dan BURUK menjadi sangat relatif tergantung kondisinya. Sehingga, manusia membutuhkan petunjuk tambahan -> Rasulullah yang membawa Petunjuk dari Allah.

Hidayah Taufiq -> manusia dibebaskan oleh Allah untuk memilih jalan petunjuk atau jalan kesesatan. Jika kita memilih jalan petunjuk, Allah SWT akan memberikan taufiqnya, mempertemukan kita dengan kebaikan-kebaikan. Tapi, jika memilih jalan kesesatan, Allah tidak akan memberikan taufiqnya.

jika kita memiliki salah satu dari 8 sifat yang bertentangan dengan hidayah Allah SWT, maka Allah memalingkan hatinya dari dari kebenaran, tidak memberikan petunjuk, mengunci hatinya dari kebenaran, menutupi hatinya dari kebenaran. kecuali jika kita bertaubat, mencari hidayah Allah SWT. 

MasyaaAllah ya materi ini

:")

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar