Senin, 10 Agustus 2020

Manajemen Komunikasi Suami Istri

materinya nampar..

hehe..

masyaaAllah ya...

masalah komunikasi dalam rumah tangga disebabkan karena....

"dear Ladies, berhentilah menggunakan bahasa KARET GELANG"

Sebagai seorang istri, sering sekali kita masih menggunakan bahasa "karet gelang" alias tarik ulur. Padahal benar kata ummu Balqis, bahasa karet gelang ini tidak bisa dipahami sama suami kita. bahasa karet gelang ini tanda kalau kita belum dewasa.

tanpa sadar, kebiasaan kita menggunakan bahasa karet gelang ini membuat kita sering berprasangka kepada suami, overthinking ketika suami menyampaikan hal-hal tertentu. dikira kode.. haha..

jadi? BELAJARLAH duhai istri, untuk BERKATA TO THE POINT, jangan kode, jangan muter-muter.

"wanita butuh berbicara banyaak, pria bicara seperlunya"

 jadi? JANGAN OVERTHINKING ketika suami merespon kita seadanya, bicara sedikit saja..

sambil, inisiasi agar suami mau terbuka ngobrol dengan kita.

"saat ada masalah hidup, wanita suka curhat, pria cenderung diam - berfikir"

pria ketika ada masalah, biasanya diam, bahkan enggan untuk bercerita kepada istrinya. jadi? diamkan saja dulu (beri beliau waktu untuk memikirkan masalahnya). Kita bantu menciptakan suasana yang NYAMAN. Jika perlu, beliau akan bicara kok.

kunci komunikasi:

1. Respek: dari ekspresi kita, gerak tubuh kita, bahasa kita. karena pride suami itu tinggi

2. Empati: tidak lebay jika suami melakukan kesalahan karena ketidaktahuannya

3. Audible: frekuensi suara, tidak teriak-teriakan, mendekat, hilangkan suara yang mengganggu, gunakan nada yang enak, fokus.

4. Clarity: keterbukaan/transparasi

5. Humble: tidak merasa lebih tau

Penghambat Komunikasi:

1. Menyalahkan pasangan

2. Antipati thd kritik: masukan pasangan dianggap nyinyiran lalu kita tersinggung

3. Semua yang dilakukan pasangan SALAH

4. Tidak mencari akar masalah

5. Jangkauan Pendek: move on! 

maka tanamkan bahwa:

1. suami adalah bagian dari diri kita

2. berpedoman pada hukum syariah

3. perlakukan suami dengan paling baik

4.  tidak kaku dalam berkomunikasi

5. mendudukkan pasangan sebagai manusia biasa

 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar