Sabtu, 08 Agustus 2020

Tawakal, Rizki, dan Ajal

Kali ini, kami belajar dan diingatkan kembali tentang tawakal, rizki, dan ajal.

Tawakal berarti pasrah/menyerahkan diri dan segala urusan kepada Allah SWT.

Tawakal itu:

1. Bersandar hanya kepada Allah SWT

2. Mewakilkan segala urusan hanya kepada Allah SWT

3. Menerima segala keputusan yang berasal dari Allah SWT

"ikatlah untamu, dan bertawakallah kepada Allah.."

       Ada 2 pendapat yang jika tidak dipahami dengan baik, bisa memberikan pemahaman yang kurang tepat:

1. ikhtiar, lalu tawakal (berserah), seolah-olah hasil akhirnya hanya ditentukan oleh apa yang kita usahakan.

2. tawakal/berserah saja kepada Allah -> membuat orang malas berusaha, karena apa yang terjadi tinggal dipasrahkan saja kepada Allah.

seharusnya, tawakal itu dilakukan SEBELUM ikhtiar, SAAT ikhtiar, dan SETELAH ikhtiar.

maka:

1. menyelaraskan visi misi hidup kita dengan apa yang diinginkan Allah

2. menyesuaikan hidup kita dengan syariat islam

3. menjadikan tawakal kepada Allah SWT sebagai penyangga hidup kita.


RIZKI itu pasti datang dari Allah SWT

 pola pikir yang perlu diperhatikan agar tidak salah makna:

1. Rizki nggak akan tertukar dan pasti datang, jadi nggak usah ngoyo -> mendemotivasi

2. Rizki itu harus diusahakan sesuai dengan kerja keras kita, banyak usaha, banyak hasilnya. -> mendewakan ikhtiar manusia semata

dari sudut pandang wilayah:
1. dikuasai Allah (berasal dari Allah) -> tidak akan dihisab

2. dikuasai manusia (tergantung ikhtiar/pilihan manusia) -> akan dihisab

Maka, ketika melakukan ikhtiar menjemput rizki:

1. dikuasai Allah: yakin bahwa rizki datangnya dari Allah SWT, yakin Allah SWT akan membantu kita, memunculkan semangat dalam meraih rizki

2. dikuasai manusia: senantiasa terikat dengan dengan syariat Allah SWT, terikat dengan sunatullah dalam mencari rizki.


Ajal itu datangnya dari Allah SWT

dilihat dari 2 wilayah
1. dikuasai Allah: berasal dari Allah, tidak akan dihisab

2. dikuasai manusia: tergantung usaha manusia, akan dihisab

 sehingga kita sebagai manusia tetap harus berikhtiar melindungi diri kita, menjaga kehidupan kita agar memiliki amal ibadah yang baik sebelum ajal menjemput kita.

 

 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar