Jumat, 04 September 2020

Manajemen Konflik Rumah Tangga

 kemarin, saya belajar bahwa dalam rumah tangga itu jangan berprasangka.. ubah asumsi menjadi konfirmasi

Setiap pernikahan pasti ada konflik.

Rumah tangga terdiri dari 2 circle:

1. Circle inti: sebagai tokoh utama -> suami istri dan anak. ini harus kokoh. selaras dulu visi misinya, dan libatkan Allah SWT.

2. Circle sekunder: mertua, orang tua, saudara dll

Pasangan rawan konflik:

1. ada PR rumah tangga sejak awal

2. tidak transparan secara finansial

3. tidak paham kewajiban suami istri

4. komunikasi macet, posesif, tidak terbuka

5. hilang romansa

Sebelum konflik:

1. sepakati di awal jika ada konflik akan seperti apa

2 perbaiki niat

3. lancarkan komunikasi

saat konflik:

1. rem emosi

2. lakukan roadmap/kesepakatan awal/cari penengah

3. no Blaming! introspeksi, fokus pada solusi

4. jangan ribut di depan anak-anak

after konflik:

1. saling minta maaf

2. jangan diungkit

3. fokus pada kebaikan pasangan

4. positif thinking

5. jangan bicarakan aib pasangan ke orang lain

jika berkonflik..

1. islah : berbaikan, berjanji tidak mengulangi, saling memaafkan.

2. cerai: move on

tips:

1. jangan ngorek luka lama, inget 3 kebaikan pasangan kalau ingin komplain ttg 1 hal

konfliks berasal dari eksternal:

1. kuatkan circle inti

2. kenali sifat anggota keluarga (circle sekunder) sehingga bisa mengambil sikap untuk kebaikan rumah tangga kita jika berkonflik

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar